Rombak Aturan Penghambat Jalan Tol

Reza Sunarya
14/6/2015 00:00
Rombak Aturan Penghambat Jalan Tol
Presiden Joko Widodo saat peresmian pengoperasian Jalan Tol Cikopo-Palimanan di kawasan gerbang Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) di Jawa Barat, kemarin.(ANTARA/Setpres/Editiawarman)

PRESIDEN Joko Widodo meminta proses pembangunan jalan tol dibenahi sehingga pengerjaannya bisa lebih cepat dan efisien.

"Banyak yang tidak benar dalam pembangunan jalan tol. Regulasi yang menghambat harus dibenahi," kata Presiden saat meresmikan pengoperasian jalan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) di gerbang Tol Cikopo, Purwakarta, Jawa Barat, kemarin.

Kondisi tidak benar yang dimaksud Presiden terkait dengan pembebasan lahan. Presiden menyebutkan membebaskan lahan jalan Tol Cipali membutuhkan waktu enam tahun, sedangkan konstruksinya hanya 2,5 tahun.

"Ada yang tidak betul sehingga memberatkan tim pembebasan lahan. Ini juga kebalik-balik. Harusnya masa konstruksi yang lebih lama daripada pembebasan lahan," lanjutnya.

Hadir dalam peresmian Tol Cipali, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) Basuki Hadimuljono dan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Ferry Mursyidan Baldan.

"Hati-hati dalam membuat aturan. Kalau perlu rombak total. Kalau tidak, kita ketinggalan," imbau Jokowi.

Jokowi menyebutkan, dengan kondisi seperti itu, semua pihak termasuk investor jadi lelah dan capai, padahal tidak mungkin semua dibiayai dengan APBN.

"Kalau ada aturan seperti PP yang menghambat harus diubah, jangan sampai mempersulit. Jangan diterus-teruskan," kata dia.

Pembangunan Tol Cipali dilakukan PT Lintas Marga Sedaya melalui komposisi pemegang saham, yaitu PLUS Expressways Berhad dan PT Baskhara Utama Sedaya dengan total investasi sebesar Rp12,56 triliun. Masa konsesinya 35 tahun. Adapun pekerjaan konstruksi dilakukan konsorsium PT Karabha Griyamandiri-PT Nusa Raya Cipta Joint Operation.

Enam seksi

Tol Cipali menghubungkan sebagian dari jalan tol trans-Jawa, mulai Merak, Banten, hingga Pejagan, Jawa Tengah. Tol tersebut terbagi menjadi enam seksi yang dibangun serentak.

Seksi 1 Cikopo-Kalijati 29,12 km, Seksi 2 Kalijati-Subang 9,56 km, dan seksi 3 Subang-Cikedung 31,37 km. Seksi 4 Cikedung-Kertajati 17,66 km, Seksi 5 KertaJati-Sumberjaya 14,51 km, dan Seksi 6 Sumberjaya-Palimanan 14,53 km.

Presiden pun memberikan apresiasi Tol Cipali bisa digunakan lebih cepat daripada target sebelumnya sebelum Lebaran. "Ini sudah bisa dipakai sebelum puasa."

Ia juga meminta pihak pengelola memberikan tempat bagi para pedagang yang terkena dampak tol untuk bisa berdagang di rest area yang disediakan di sekitar tol. Menteri PU-Pera Basuki Hadimuljono menambahkan Tol Cipali mulai beroperasi pada Minggu (14/6) pukul 00.00 WIB.

"Selama sepekan ini para pengguna tol digratiskan dari biaya," ujar Basuki.

Tarif tol terjauh untuk golongan I Rp94 ribu. Pengelola jalan tol akan memberikan diskon 25% untuk masa mudik Lebaran mulai H-10 sampai H+5.

Di sepanjang Tol Cipali, PT Pertamina (persero) juga meresmikan empat unit SPBU dengan tipe company owned developer operated. Setelah meresmikan Tol Cipali, Presiden Jokowi langsung menuju ke Lampung. Ini kunjungan ketiga kalinya ke Lampung.

Presiden meresmikan tiga kapal roro dan dermaga 6 di Pelabuhan Bakauheni. Dalam sambutannya, Presiden memberikan dukungan percepatan pembangunan transportasi Lampung yang mempunyai peranan penting dalam arus transportasi Jawa-Sumatra.

"Dinamika pembangunan di Lampung membutuhkan kehadiran kita untuk membantu mendorong percepatan, terutama beberapa proyek nasional yang dimulai dari Lampung," ujar Jokowi.

(NV/Jes/Kim/N-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya