Yang Kita Lakukan di Tempat Kerja saat sedang tidak Bekerja
MI
13/6/2015 00:00
()
SEBAGIAN dari para atasan di kantor mungkin tidak tahu pasti apa yang dikerjakan anak buah mereka. Namun, mereka cukup yakin para anak buah tersebut tidak bekerja cukup keras.
Situs Careerbuilder baru-baru ini menyurvei produktivitas kerja dengan menjadikan manajer sumber daya manusia (SDM) di 2.200 perusahaan 'Negeri Paman Sam' sebagai responden. Pertanyaan utama survei tersebut ialah apa yang dianggap manajer-manajer SDM itu sebagai 'pembunuh' produktivitas terbesar di tempat kerja.
Hasilnya, aktivitas berkirim pesan lewat ponsel dinilai sebagai penghambat produktivitas kerja nomor wahid.
Responden juga diminta berbagi pengalaman tentang perilaku 'nyeleneh' karyawan yang mereka saksikan di kantor. Jawaban mereka cukup menggelitik. Salah satu manajer ada yang mengaku mendapati karyawannya sedang mendaftarkan diri di situs biro jodoh alih-alih bekerja.
Yang lain mengatakan melihat karyawan sedang menenggak vodka sambil menonton film via internet. Ada juga manajer yang menemukan karyawan sedang menyabotase mobil rekan kerjanya, pun menyebar foto-foto tidak senonoh ke karyawan-karyawan lain.
Walau sebagian orang mungkin menganggap itu aktivitas mengasyikkan, para manajer SDM berpendapat perilaku tidak produktif semacam itulah yang menurunkan kualitas kerja, moral, dan pendapatan perusahaan. Hampir tiga dari empat pemimpin perusahaan harus menetapkan kebijakan baru untuk menekan perilaku tidak produktif bawahan mereka. Umpama, memblokir situs-situs tertentu atau melarang penggunaan ponsel untuk kepentingan pribadi.
Tentu saja jawaban survei manajer-manajer SDM tentang 'pembunuh produktivitas' itu tidak seluruhnya sinkron dengan pandangan para karyawan.
Situs Salary.com tahun lalu menanyakan hal serupa kepada para karyawan. Apa yang mereka lakukan saat 'membuang' waktu di tempat kerja. Sebagian jawaban identik dengan respons para manajer SDM, seperti berselancar di dunia maya.
Namun, sebagian lain, seperti 'berurusan dengan bos yang menyebalkan' tidak masuk jawaban para manajer. Para karyawan pun menilai waktu yang mereka habiskan untuk bergosip atau berkirim pesan tidak selama yang dikira para atasan.
Lantas, kenapa banyak karyawan menghabiskan waktu percuma? Sebagian karyawan beralasan mereka membolehkan diri untuk membuang waktu secara periodik karena rehat justru dapat memacu produktivitas mereka.