Bulog Daerah Aktifkan Satgas

Sunarwoto
12/6/2015 00:00
Bulog Daerah Aktifkan Satgas
Rachmat Gobel, Menteri Perdagangan(MI/PANCA SYURKANI)
BULOG di sejumlah daerah mengaktifkan kembali peran satuan tugas (satgas) yang akan langsung membeli gabah dari petani.

Hal itu dilakukan untuk meningkatkan serapan gabah ataupun beras sebagaimana ditargetkan Dirut Bulog Djarot Kusumayakti. Awalnya Bulog menargetkan serapan beras secara nasional 2,7 juta ton, sedangkan kini 3,2 juta ton hingga akhir tahun (Media Indonesia, 11/6).

Bulog Subdivisi Regional (Subdivre) Subang, Cirebon, Banyumas, Kedu, Madiun, dan Bulog Divre Bali serta NTT akan menerjunkan satgas tersebut di musim panen kedua yang diperkirakan berlangsung Juli-Agustus.

"Kami diminta menyerap beras petani dua kali lipat dari target awal. Untuk itu kami harus membeli gabah langsung dari petani dengan melibatkan satgas dan unit pengelolaan gabah dan beras (UPGB). Membeli langsung dari petani bukan perkara gampang. Petani sudah biasa menjual gabah kepada pengijon yang memberikan modal di saat musim tanam. Terus terang kami sulit menyerap gabah petani secara maksimal," kata Kepala Bulog Subdivre Madiun Rahmat Syahjoni Putra, kemarin.

Menurut Rahmat, di musim panen pertama (April-Juni) pihaknya baru menyerap 10.000 ton setara beras untuk kebutuhan tiga bulan ke depan.

Staf Humas Bulog Divre NTT Marselina Radja optimistis pihaknya dapat meningkatkan penyerapan beras. "Karena harga terus turun dari Rp9.000 per kg menjadi Rp8.000. Namun, kami hanya mampu menyerap beras sesuai harga pembelian pemerintah Rp7.300 untuk beras dan Rp3.700 untuk gabah kering giling," jelas Marselina.

Di Sukabumi, rendahnya serapan beras petani diatasi dengan membeli dari luar daerah. Kepala Gudang Bulog Pasirhalang, Sukabumi, Saepulloh mengatakan, "Produksi beras Sukabumi 360 ribu ton. Namun, yang dijual ke Bulog hanya 4.000 ton. Oleh karena itu, kami mengandalkan dari luar Sukabumi. Kini, harga beras dari petani Rp7.300."

Bulog Subdivre Subang mengakui penyerapan beras hingga awal Juni sudah 51% dari target 40 ribu ton, sedangkan 49% sisanya diupayakan di panen mendatang. Menurut Kepala Subdivre Bulog Subang Dedi Supriadi, dalam sehari pihaknya menyerap 350-500 ton. "Meningkat 10%. Ke depan kami upayakan naik dengan bantuan satgas."

Adapun penyerapan Bulog Subdivre Cirebon sudah mencapai 76 ribu ton. "Sudah mendekati target 95 ribu ton. Kini kami menyerap 800-1.000 ton," ujar Kepala Bulog Subdivre Cirebon Miftahul Ulum.

Harapkan perpres
Saat menanggapi gejolak harga bahan pangan menjelang Ramadan, Menteri Perdagangan Rachmat Gobel menginginkan perpres pengendalian harga terbit sebelum puasa untuk melindungi konsumen dari ulah spekulan.

"Malaysia memiliki regulasi pengendalian harga dan sangat efektif," ungkap Rachmat Gobel ketika memantau harga bahan pokok di Pasar Gede, Solo.

Plt Deputi Bidang Koordinasi Pangan Kemenko Perekonomian Bambang Adiwinarso mengakui draf perpres masih memerlukan pematangan terlebih dulu. "Penentuan harga dipengaruhi oleh mekanisme pasar. Untuk membendung lonjakan harga bisa diupayakan dengan kelancaran distribusi dan suplai memadai." (Tes/PO/LD/BB/RZ/TS/UL/RS/WJ/X-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya