Pertamina Tambah Stok BBM dan Elpiji

MI/Nur Imam Jayabuana
11/6/2015 00:00
Pertamina Tambah Stok BBM dan Elpiji
(Antara/Priyo Widiyanto)
PT Pertamina (persero) mulai menambah pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan liquefied petroleum gas (elpiji) sekitar 10%-15% dari kondisi normal. Langkah itu dilakukan untuk menghadapi lonjakan konsumsi pada Ramadan dan Lebaran tahun ini.

Vice President of Corporate Communication of Pertamina Wianda A Pusponegoro menyebutkan besaran penambahan itu mengacu ke kenaikan konsumsi BBM saat Ramadan dan Lebaran setiap tahunnya. Volume pasokan premium dalam kondisi normal sebesar 75 ribu kiloliter per hari, dan elpiji 19 ribu metrik ton per hari.

"Menjelang Ramadan dan Lebaran ada peningkatan konsumsi BBM sekitar 10%-15%. Khusus elpiji juga ada peningkatan sekitar 10%," kata Wianda di Jakarta, kemarin.

Direktur Pemasaran Pertamina Ahmad Bambang menambahkan, perseroan juga akan meningkatkan cadangan BBM secara nasional selama dua hari. Ia mencontohkan cadangan premium dinaikkan dari 17 hari menjadi 19 hari.

"Solar biasanya untuk 20 hari, sekarang sudah menjadi 22 hari, Avtur 26 hari, Pertamax tinggi, apalagi plus, dan elpiji sebesar 17 hari," kata Bambang.

Pertamina juga akan mempertimbangkan penerapan jalur distribusi alternatif BBM dan elpiji. Alasannya titik-titik kemacetan arus mudik berpotensi bergeser dari Cikampek ke Brebes, Jawa Timur, sebagai dampak beroperasinya tol Cikapali atau Cikampek-Palimanan.

"Di Jawa tahun ini telah berfungsi tol Cikapali, nantinya menyambung Kanci dan Pejagan. Kemacetan bisa pindah ke Brebes atau keluar Pejagan," kata dia.

Oleh karena itu, Pertamina akan menambahkan 2 SPBU baru di ruas tol Cikapali. Di samping itu, Pertamina menyediakan truk tangki pengangkut berisi bahan bakar penuh yang akan selalu ditempatkan di sekitar SPBU terdekat untuk memastikan ketersediaan BBM.

"Pertamina juga akan memastikan seluruh SPBU untuk beroperasi 24 jam penuh selama Ramadan dan Lebaran. Sementara itu, untuk kecukupan kebutuhan elpiji, Pertamina telah menyiapkan 4.000 SPBU seluruh Indonesia yang ditugasi untuk mendistribusikan elpiji," papar Bambang.

Puncak konsumsi
Bambang mengungkapkan tingkat konsumsi BBM dan elpiji bergerak naik jelang Ramadan. Puncak peningkatan penggunaan bahan bakar fosil itu akan terjadi pada tiga hari sebelum dan sehari setelah Lebaran.

"Secara volume, konsumsi BBM bisa naik sampai 39%," kata dia.

Kendati begitu, Bambang menegaskan penambahan pasokan dan cadangan BBM dan elpiji saat ini cukup untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi. Karena itu, masyarakat tidak perlu khawatir.

"Puasa dan Lebaran bukan yang pertama kali sehingga bukan sesuatu yang istimewa. Masyarakat tak perlu khawatir. Sebelum puasa sudah dilakukan build up stock," kata dia.

Selain itu, Pertamina mengklaim telah menyiapkan kemudahan bagi pengguna ponsel pintar. Pertamina telah menyediakan aplikasi untuk ponsel Android, Blackberry, dan Iphone untuk mendeteksi posisi SPBU terdekat. (Ant/E-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya