DIREKTUR Pelaksana Bank Dunia Sri Mulyani Indrawati mewanti-wanti pembangunan bersifat jangka pendek pada akhirnya akan memangkas pertumbuhan ekonomi dan melanggengkan kemiskinan.
"Kita tak bisa hanya mengandalkan pertumbuhan, kecuali jika pertumbuhannya bersifat inklusif dan ramah lingkungan secara berkelanjutan. Sukses tergantung pada bagaimana sebuah negara tumbuh, bukan hanya berapa besar," kata dia dalam pembukaan Indonesia Green Infrastructure Summit 2015 di Jakarta, kemarin.
Ia mencontohkan perekonomian Tiongkok yang kehilangan 9% dari potensi produk domestik brutonya karena tidak mengoptimalkan infrastruktur ramah lingkungan. Kini, Tiong-kok kewalahan dan akhirnya mengupayakan komitmen proses produksi yang ramah lingkungan.
Jika seluruh negara bertahan dengan cara lama, ujar mantan menteri keuangan RI itu, manfaat pertumbuhan ekonomi akan berkurang sebab sumber daya alam akan habis dengan cepat. "Kita akan lebih rentan menghadapi perubahan iklim atau risiko kesehatan," kata dia.
Maka itu, Bank Dunia mengklaim akan menyambut kesempatan untuk mengalihkan ke proyek infrastruktur yang bersih, berkelanjutan, dan inklusif.
Dalam kesempatan sama, Wapres RI Jusuf Kalla kembali meminta Indonesia belajar dari kesalahan pengelolaan di masa lalu. Umpama, ujar JK, eksploitasi hutan dan tambang yang menyebabkan bencana banjir, pun kerusakaan lingkungan.
Dalam kesempatan terpisah, Ketua Komite Tetap Hubungan Kerja Sama Lembaga Internasional Kadin Indonesia Maxi Gunawan meminta pemerintah menyegerakan pembentukan bank infrastruktur. Bank itu kelak diharapkan bisa memberikan pinjaman jangka panjang sesuai dengan karakteristik pendanaan proyek infratruktur yang membutuhkan waktu jangka panjang dalam pengembalian nilai investasi.
"Kadin pun harus mendo-rong pemerintah untuk melakukan peralihan dari skema pembiayaan yang saat ini lebih berfokus pada APBN dan APBD ke arah kerja sama sektor publik dan swasta," tambahnya.
Pada kesempatan yang sama Ketua Kadin Daerah Provinsi Bengkulu Feri Rizal mengamini pembiayaan infrastruktur tidak bisa hanya mengandalkan APBN ataupun APBD, tetapi butuh keterlibatan swasta, terutama pengusaha lokal. (Jay/RO/E-2)