''DULU kita punya sawah dan toko beras. Kita ekspor beras. Sekarang kita sudah impor dan hanya punya toko beras.''
Analogi cukup miris tetapi realistis itu diungkapkan Menteri ESDM Sudirman Said terkait dengan situasi sektor energi nasional, terutama minyak bumi.
Sawah tidak lain diumpamakan Sudirman sebagai ladang minyak yang semakin berkurang di Indonesia. Itu membuat negeri ini laksana toko beras yang menggantungkan diri dari para pemasok untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) nasional.
''Kita tidak bisa lagi memproduksi minyak sesuai dengan kebutuhan dalam negeri,'' ujarnya saat rapat kerja dengan Komisi VII DPR di Jakarta, kemarin (Selasa, 9/6/2015).
Meski hanya menjadi toko beras, Indonesia ternyata masih bisa bergabung dengan para pemilik sawah itu.
''Saat menghadiri konferensi OPEC (organisasi negara eksportir minyak bumi) di Austria pada 3-4 Juni 2015, saya menyampaikan keinginan Indonesia untuk kembali masuk menjadi anggota tetap OPEC,'' tuturnya.
Tidak dinyana, anggota OPEC menyambut hangat keinginan itu. Hal itu tecermin dari pertemuan bilateral dengan para produsen utama emas hitam seperti Arab Saudi, Iran, Kuwait, dan Oman. ''Mereka itu pun butuh masukan dari negara konsumen. Mereka bilang <>we love Indonesia,'' ucapnya.
Menurutnya, keinginan Indonesia untuk kembali masuk menjadi anggota tetap OPEC tidak lain bertujuan melihat pasar minyak yang sesungguhnya. Pasalnya, selama ini pengadaan minyak mentah dan bahan bakar minyak (BBM) menjadi tugas dan wewenang tunggal PT Pertamina Energy Trading Ltd (Petral).
Selain itu, hubungan akrab dengan produsen akan membuat Indonesia mendapat harga ekonomis. "Toko beras juga harus tahu harga. Tidak bijak punya toko tanpa dialog dengan penyawah."Saat ini OPEC tengah mempertimbangkan permintaan Indonesia itu. "Kami minta konfirmasi resmi dan akan menyiapkan tim komunikasi dengan OPEC," tandasnya.
Wakil Ketua Komisi VII DPR Satya Widhya Yudha berharap dengan kembali masuk OPEC, pengadaan minyak mentah bisa lebih murah ketimbang dari perantara. ''Di panja migas nanti, Pak Dirman harus bisa membuktikan adanya benefit itu,'' kata dia.
Anggota Komisi VII Kurtubi menegaskan akan mendukung Indonesia masuk kembali menjadi anggota tetap OPEC bila diiringi upaya serius pemerintah untuk menambah jumlah produksi minyak nasional.
Mudah-mudahan setelah kembali kongko dengan pemilik 'sawah', ada jaminan pasokan berkualitas dengan harga murah.(E-4)