Daihatsu Berkomitmen Melokalkan Produk

MI/USMAN KANSONG
10/6/2015 00:00
Daihatsu Berkomitmen Melokalkan Produk
(MI/RAMDANI)
DAIHATSU Motor, Jepang, berkomitmen melokalkan produk mobil yang mereka produksi di Indonesia. Menurut Direktur Utama Daihatsu Motor Masanori Mitsui, komitmen itu didasari pada kondisi Indonesia yang pasti berbeda dengan Jepang.

"Kami memproduksi mobil Daihatsu oleh dan untuk orang Indonesia. Kami ingin konsumen Indonesia bangga dengan produksi Daihatsu," tutur Mitsui dalam kunjungan pimpinan media dari Indonesia ke pabrik Daihatsu di Osaka, Jepang, kemarin.

Indonesia, menurut Mitsui, telah menjadi pasar dan basis produksi yang penting bagi Daihatsu. Tanpa pelokalan, lajutnya, produk Daihatsu belum tentu diminati konsumen Indonesia.

Pelokalan, lanjut Mitsui, bukan cuma pada komponen, melainkan juga desain, mesin, dan manajemen.

"Untuk itu, kami sudah melakukan transfer teknologi melalui divisi riset dan pengembangan di Karawang," terangnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Astra Daihatsu Motor Sudirman M Rusdi menjelaskan pihaknya telah mengganggarkan Rp600 miliar untuk riset dan pengembangan. "Kami targetkan kita bisa membuat mobil sendiri pada 2019," katanya.

Definisi mobnas
Saat menjawab pertanyaan, apakah itu berarti Astra Daihatsu Motor akan membuat mobil nasional (mobnas), Sudirman menjawab Indonesia masih memerlukan definisi mobnas tersebut.

Menurutnya, sejumlah agen pemegang merek (APM) dan asosiasi berulang kali meminta pemerintah mendefinisikan mobnas, tetapi sampai sekarang belum ada definisi yang jelas terkait dengan kandungan komponen maupun nama produk mobnas.

"Saya dan Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) mendorong pemerintah mendefinisikan kriteria mobnas," katanya.

Sudirman mencontohkan mobil Daihatsu Ayla dan Agya komponen lokalnya sudah 90% dengan nama Indonesia dan logo sendiri. Namun, Sudirman juga mempertanyakan apakah kedua mobil tersebut bisa disebut mobnas atau tidak, karena separuh bahan bakunya masih impor.

Begitu juga waktu muncul mobil Esemka yang sebagian besar komponennya impor.Karena itu, APM dan asosiasi mendorong perusahaan di indonesia memproduksi bahan baku mobil.

"Kami, misalnya, mendorong Krakatau Steel untuk memproduksi bahan baku komponen mobil," kata Sudirman.

Direktur Utama Daihatsu Motor Masanori Mitsui mengatakan Daihatsu akan mendukung program mobil nasional di Indonesia.

"Kalau pemerintah Indonesia memiliki program mobnas, Daihatsu mendukung sepenuhnya,"  tandasnya.

Sebelumnya, Daihatsu pun telah berkomitmen meningkatkan investasi untuk membangun pabrik mobnas dengan perkiraan investasi US$500 juta (Rp6,5 triliun).

Provinsi Osaka yang terletak di wilayah Kansai, Jepang Barat, terkenal dengan industri dan perekonomiannya yang mencakup sekitar 20% PDB Jepang dan merupakan pusat ekonomi kedua terbesar di Jepang, setelah Tokyo.

Sekitar 80% penanaman modal asing dari wilayah Osaka di Indonesia berada di di wilayah Jabodetabek.

Investor besar lainnya adalah Osaka Steel, perusahaan Jepang yang menggandeng PT Krakatau Steel Tbk untuk membangun pabrik baja PT Krakatau Osaka Steel senilai US$200 juta (Rp2,6 triliun) yang bakal beroperasi mulai 2016. (E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya