Batu Bara untuk Proyek 35 Gw

MI
09/6/2015 00:00
Batu Bara untuk Proyek 35 Gw
(Dok. MI)
ORIENTASI ekspor masih menjadi acuan produsen batu bara nasional bahkan di saat harga komoditas tersebut di pasar global cenderung menurun saat ini. Untuk memberi nilai tambah dan menjamin pemenuhan kebutuhan dalam negeri, pemerintah akan meningkatkan penggunaan batu bara seiring dengan proyek pembangkit listrik 35 ribu gigawatt (Gw).

"Sekarang kita menghadapi anomali, kita jual (ekspor) batu bara lebih banyak saat harga rendah," ujar Menteri ESDM Sudirman Said di sela 21st Annual Coaltrans Asia di Nusa Dua, Bali, kemarin.

Padahal, imbuhnya, pertumbuhan pemakaian batu bara domestik juga akan meningkatkan nilai tambah komoditas tersebut sehingga tetap bisa memenuhi target penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sekitar Rp52 triliun tahun ini. "Kita perlu keseimbangan baru. Kita akan membuka pasar baru yang lebih sehat dengan proyek pembangkit 35 Gw.

"Bila proyek itu selesai di 2018, penyerapan batu bara dalam negeri akan naik dari 80 juta-90 juta ton menjadi 250 juta ton per tahun. "Ekspor akan menjadi market yang tidak lagi dominan dengan industri hulu dan hilir yang makin kuat," katanya.

Untuk itu, Kementerian ESDM akan menetapkan besaran produksi nasional 2015 mulai bulan ini sesuai Peraturan Menteri ESDM 34/2009 tentang kewajiban pasokan ke dalam negeri (domestic market obligation/DMO).

"Sekarang renewable energy dari fosil hanya berkembang 5% karena pasar belum luas," lanjutnya.

Dirjen Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM, Bambang Gatot Ariyono, menambahkan bakal meningkatkan pemanfaatan batu bara kalori rendah (low rank) di kisaran 4.800 kcal/kg dan pembangunan pembangkit listrik di mulut tambang. "Low rank bisa langsung dibakar atau dikonversi agar kualitasnya naik," katanya.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Batu Bara Indonesia (APBI) Pandu Sjahrir menilai perubahan komposisi penjualan batu bara dari semula 80 juta ton untuk domestik dan 270 juta ton untuk ekspor menjadi sebaliknya akan tercapai di 2020. (Ire/OL/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya