KAWASAN Indonesia Timur memiliki potensi ekonomi yang belum tergarap maksimal layaknya raksasa tidur. Oleh karena itu, PT Bank Mandiri (persero) Tbk terus meningkatkan layanan perbankan di sana.
Setelah meningkatkan perekonomian di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT), bank pelat merah itu tengah berupaya untuk memaksimalkan potensi di Papua dan Papua Barat.
"Kami melihat ekonomi Papua dapat berkembang ke depannya. Karena itu, kami i-ngin memberikan nilai tambah (layanan keuangan)," ujar Director of Finance and Strategy Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo saat ditemui di Kantor Bank Mandiri Cabang Merauke, Minggu (7/6).
Sesuai data BI, lanjut dia, Papua dan Papua Barat memiliki sejumlah sektor unggulan yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat di sana seperti konstruksi, perdagangan, dan sumber daya alam. Khusus konstruksi, dua provinsi itu membukukan pertumbuhan 7,31% dan 13,96%. "Manufaktur juga dapat berkembang di sini," sebut Kartika.
Untuk itu, dia menegaskan, perseroan akan meningkatkan penyaluran kredit di sana. Fasilitas pinjaman itu diharapkan dapat menjadi dana segar bagi pelaku usaha lokal dalam memajukan usaha.
Pada kuartal I 2015, jumlah kredit yang disalurkan kepada 43.276 debitur di Provinsi Papua dan Papua Barat sebesar Rp4,456 triliun. Nilai kredit itu naik 32% jika dibandingkan dengan kuartal I 2014 (lihat grafik). "Hingga akhir tahun ini, Bank Mandiri menargetkan penyaluran kredit mencapai sebesar Rp5,449 triliun," ujar Kartika.
Kepala Regional XII Jayapura Bank Mandiri Harry Gale menambahkan perseroan juga melaksanakan program Calon Pimpinan Khusus Papua (CPKP), selain penyaluran kredit. Prog-ram itu merupakan peningkatan kemampuan pelaku usaha lokal untuk meningkatkan kinerja bisnisnya.
"Kami mematangkan kemampuan mereka untuk generasi selanjutnya." (Njr/E-5)