Iming-Iming Berlebaran di Rumah Menteri

Iqbal Musyaffa/Tesa Oktiana Surbakti
09/6/2015 00:00
Iming-Iming Berlebaran di Rumah Menteri
( ANTARA/Asep Fathulrahman)
MATAHARI belum beranjak naik, tetapi Menteri Pertanian Amran Sulaiman sudah berada di Pasar Induk Kramat Jati untuk mengecek harga cabai dan bawang merah menjelang puasa. Kedua komoditas itu kerap mencatatkan kenaikan harga yang terhitung tinggi.

Sambil berjalan berkeliling pasar yang dipenuhi tumpukan cabai dan bawang, Amran menyapa pedagang dan menanyakan harga.

''Harga bawang merah di Pasar Kramat Jati Rp15 ribu/kg. Di eceran Rp18 ribu/kg. Pasokan setiap hari datang 27 truk bawang merah dari Brebes,'' ujar salah seorang pedagang bawang asli Brebes bernama Sutanto, kemarin (Senin, 8/5/2015).

Amran pun meminta Sutanto, 48, berjanji agar dapat menjaga harga bawang merah tetap stabil hingga Hari Raya Idul Fitri mendatang. ''Jaga harganya tetap stabil, ya, Pak, nanti hadiahnya saya undang datang ke rumah saya ketika Lebaran. Tahu kan rumah saya di mana?'' ujar Amran yang disambut dengan senyum simpul dan anggukan kepala Sutanto.

Lain halnya dengan Rudang, 42. Ia menjual bawang merah dengan harga relatif tinggi. ''Bawang saya dari Brebes. Saya jual Rp22 ribu-Rp25 ribu. Itu sudah dibersihkan,'' ujarnya.

Ketika Rudang mengajak untuk berfoto bersama, Amran mengajukan syarat. Ia meminta agar stabilitas harga bawang merah dapat tetap dijaga. Rudang pun menganggukkan kepala menyetujui.

Amran menegaskan pemerintah tidak jadi membuka keran impor untuk bawang merah karena persediaan dalam negeri masih mencukupi.

Mentan lalu menyambangi lapak berdagang milik Abdullah, 58. Abdullah mengaku mendapatkan cabai merah keriting dari petani di Garut dengan harga sekitar Rp16.500/kg dan dijual pada kisaran Rp20 ribu/kg. Menurut Abdullah, pasokan cabai mencukupi meskipun tidak merata.

Amran menyatakan kendati harga melonjak, impor akan selalu menjadi pilihan terakhir dalam kebijakan pemerintah. ''Jangan harga naik sedikit langsung teriak impor. Kita lihat contohnya beras di Februari yang mencapai Rp13 ribu, atau naik 30%. Tapi karena kita sepakat untuk jaga pasokan tetap aman dan tidak ada impor, yang terjadi ialah beras kini stabil tanpa impor,'' tegasnya.

Menurut Amran, ia dan Menteri Perdagangan Rachmat Gobel sudah sering berkoordinasi dan memiliki semangat yang sama untuk menekan impor. Bukan hanya itu, pemerintah akan terus mendorong agar produksi dalam negeri surplus seperti daging ayam dan telur ayam saat ini. ''Bahkan kita punya rencana ekspor daging ayam.''

Koordinasi yang intens tersebut dinyatakan pula oleh Rachmat di kesempatan terpisah. ''Setiap hari saya bisa lima kali <>teleponan sama Pak Mentan buat memastikan ketersediaan stok. Saya bilang ke Mentan, kalau stok bahan pokok kita cukup, saya jamin tidak akan buka keran impor. Cuma memang ada komoditas yang stoknya mulai waswas seperti cabai, tapi saya pastikan tidak buru-buru impor.''(E-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya