Pedagang melayani pembeli di Pasar Rumput, Jakarta.(ANTARA/Zabur Karuru)
PEMERINTAH memberikan toleransi kenaikan harga bahan pokok tidak lebih dari 10% menjelang dan selama Ramadan.
Hal itu dikemukakan Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Srie Agustina kepada Media Indonesia di Jakarta, kemarin.
"Kenaikan harga bawang merah paling tinggi 8%, tapi berangsur menurun menjadi 4%. Kami berharap kenaikannya di bawah 10%. Kalau permintaan meningkat 7%-10%, kenaikannya tidak lebih dari 10%," kata Srie.
Terkait dengan wacana impor bawang merah, lanjut Srie, kebijakan itu tetap akan menjadi opsi terakhir. "Pasokan bawang dan cabai merah cukup karena produksi surplus. Persoalannya, distribusi per bulan tidak sama. Keran impor dibuka bila harga bawang dan cabai sudah di atas referensi."
Kini, harga referensi bawang merah Rp25.700, sedangkan di pasar harga bawang merah mencapai Rp36.000. "Kami masih melihat potensi panen sehingga tidak perlu impor. Harga tertinggi di Irian Rp44 ribu, tetapi di daerah lain Rp26 ribu. Di pasar induk sudah turun menjadi Rp22 ribu."
Srie meyakinkan menjelang Ramadan dan Idul Fitri, pihaknya akan menjaga suplai dan distribusi bahan pokok bekerja sama dengan Ditjen Perhubungan Darat untuk memprioritaskan angkutan bahan pokok mulai dari H-4 hingga H+1 Lebaran untuk menghindari antrean di pelabuhan.
Menteri Pertanian Amran Sulaiman menambahkan perbedaan harga bahan pokok seperti bawang dan cabai merah lebih disebabkan faktor distribusi.
"Harga bawang di Jateng Rp14 ribu, di Jakarta Rp28 ribu, dan di Sulawesi Rp28 ribu. Masalahnya kan distribusi yang harus diperbaiki," ujar Amran seusai menghadiri rapat kerja di Bogor, kemarin.
Lampaui batas Di sejumlah daerah, kenaikan harga bahan pokok dalam sepekan terakhir berkisar 10%-30%. Di Pasar Gaplok, Jakarta Pusat, harga ayam potong melonjak dari Rp25 ribu menjadi Rp32 ribu per ekor, telur ayam dari Rp20 ribu menjadi Rp23 ribu per kg, bawang merah dari Rp30 ribu menjadi Rp36 ribu per kg, dan jengkol dari Rp20 ribu menjadi Rp60 ribu.
Di Pasar Pondok Gede, Pasar Bintara, dan Pasar Baru Kota Bekasi, harga bawang merah naik dari Rp15 ribu menjadi Rp28 ribu, bawang putih dari Rp13 ribu menjadi Rp20 ribu, cabai rawit keriting dari Rp17 ribu menjadi Rp25 ribu.
"Harga sembako rata-rata naik. Harga telur sebelumnya Rp18 ribu kini sudah naik menjadi Rp22 ribu per kg," ungkap seorang pembeli, Sulastri.
Kenaikan harga cabai keriting juga terjadi di Lembata, NTT. Menurut Siprianus, pedagang di Pasar Lamahora, Kota Lewoleba, dalam sepekan terakhir harga cabai keriting mencapai Rp50 ribu per kg. "Sebelumnya, Rp35 ribu. Harga bahan pokok lain stabil."
Di Subang, Sukabumi, Tasikmalaya, Klaten, Bandarlampung, Batam, Medan, dan Palangkaraya harga bahan pokok melonjak hingga 100%. Harga cabai merah di beberapa pasar di kota-kota tersebut mengalami kenaikan dari Rp30 ribu menjadi Rp60 ribu.
Sementara itu, harga cabai rawit yang sebelumnya Rp25 ribu menjadi Rp50 ribu. Sementara itu, berdasar pantauan di Pasar Kahayan, Palangkaraya, harga telur ayam dan bebek juga ikut merangkak naik. Menurut Gafarudin, seorang pedagang, harga telur ayam yang semula Rp1.500 per butir menjadi Rp1.600. Telur bebek dari Rp2.500 menjadi Rp2.700. "Namun, harga ini tidak naik lagi ketika Ramadan." (Tim/X-4)