Kendali Ketat Inflasi Dinantikan

MI/IRENE HARTY
04/6/2015 00:00
Kendali Ketat Inflasi Dinantikan
(ANTARA)
PEMERINTAH harus membuktikan kepada masyarakat bahwa laju inflasi bisa terkendali sesuai sasaran dalam APBN-P 2015 yang sebesar 5%. Tingkat inflasi yang terhitung sudah tinggi sebelum memasuki periode Ranadan dan Lebaran menuntut kerja keras.

Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengemukakan pada bulan ini kepercayaan konsumen akan bergantung pada kinerja pemerintah menjaga suplai jelang bulan puasa.

"Kalau dilihat, harga bahan pangan atau pokok juga mengalami kenaikan, apalagi kalau mendekati puasa harga bahan pokok juga meningkat," ujar Josua ketika dihubungi Media Indonesia, kemarin.

Pada Mei lalu, laju inflasi bulanan tercatat mencapai 0,5% dan menjadi inflasi tertinggi selama enam tahun terakhir. Adapun laju inflasi tahunan sebesar 7,15%, masih jauh di atas target akhir tahun 5%.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan stok produksi sejumlah bahan pangan mencukupi untuk kebutuhan periode Ramadan dan Lebaran.

Khusus untuk beras, pemerintah meyakinkan produksi nasional bisa untuk memenuhi kebutuhan hingga tujuh bulan mendatang. Optimisme tersebut berdasarkan laporan Upaya Khusus dan Badan Pusat Statistik (BPS) bahwa terdapat peningkatan produktivitas.

"Produksi padi untuk periode Januari-April 2015 ini mencapai 32 juta ton, setara dengan 20 juta ton beras. Dengan konsumsi 2,5 juta ton per bulan maka cukup sampai 7 bulan," tutur Amran, di Jakarta, kemarin.

Menurut Amran, harga beras di pasaran yang cenderung tinggi bukan disebabkan kekuarangan produksi, melainkan karena sistem distribusi yang belum sempurna.

Ia berjanji akan memperbaiki distribusi bahan pangan yang mengalami kenaikan harga cukup signifikan, termasuk di antaranya cabai merah dan bawang merah. BPS mencatat harga cabai merah naik rata-rata 22,22% di 69 kota dan bawang merah naik 6,19%.

Amran mengaku telah bertemu dengan Menteri Perdagangan untuk mengecek selisih harga bawang antara sentra produksi dan wilayah konsumen.

"Di Brebes, Jawa Tengah, (sentra produksi) Rp14 ribu/kg. Di pasar harganya Rp28 ribu. Sulawesi Rp28 ribu/kg, dan Gorontalo Rp30 ribu/kg. Maka kita akan perbaiki distribusinya. Begitu juga dengan cabai merah," cetus Amran.

Tangkap spekulan
Presiden Joko Widodo memerintahkan Kapolri menangkap para penimbun dan spekulan barang kebutuhan pokok karena menyebabkan harga naik lebih tinggi dari yang sewajarnya.

"Tindak tegas penimbun BBM dan kebutuhan barang pokok, juga spekulan yang mengambil keuntungan," kata Presiden ketika membuka rapat terbatas membahas persiapan menjelang Ramadan dan Lebaran di Kantor Presiden, Jakarta, kemarin.

Selain menuntut adanya tindakan tegas bagi penimbun dan spekulan, Presiden meminta para menteri terkait untuk memantau harga dan stok barang kebutuhan pokok. "Kita lihat Mei kemarin inflasi tinggi, saya harapkan terutama kementerian yang berkaitan dengan ini, Bulog dan Kemendag, pantau pasar dan harga. Kalau ada masalah, segera temukan solusi untuk menangani dan kalau perlu melakukan operasi pasar," cetus Presiden. (Mus/Ant/E-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya