Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
INFLASI Mei yang tercatat 0,5% bak sinyal awal dari gejala kenaikan harga bahan pokok selama puasa dan menjelang Lebaran.
Hal itu dikemukakan Direktur Penelitian Centre of Reform on Economics Mohammad Faisal saat menanggapi laporan Badan Pusat Statistik (BPS) ihwal inflasi Mei yang dipicu terkereknya harga kebutuhan seperti daging ayam, telur, cabai merah, dan bawang merah.
BPS bahkan mencatat fluktuasi harga pangan tersebut memberi andil terbesar terhadap inflasi dalam kurun enam tahun terakhir.
"Yang penting efeknya tidak berlebihan. Jika pemerintah menerbitkan perpres harga pangan, itu efektif memben-dung inflasi," kata Faisal, Senin (1/6).
Deputi Distribusi Statistik dan Jasa BPS Sasmito Hadi Wibowo sependapat dengan Faisal.
"Malaysia, Tiongkok, dan Filipina memiliki aturan itu. Kalau pedagang mau menaikkan harga, harus melapor kepada pemerintah. Catatan saya, perpres itu harus diiringi upaya hukum untuk menghindari penyelundupan."
Akan tetapi, Faisal menilai perpres bahan pangan justru kontraproduktif dengan fluktuasi harga BBM. Untuk itu, ia menyarankan penyesuaian harga BBM berikutnya dilakukan setelah Lebaran untuk menghindari inflasi.
Sebelumnya, Kepala BPS Suryamin menyimpulkan penyebab utama inflasi 0,5% itu, salah satunya, ialah kenaikan harga cabai merah 22%.
"Andil cabai merah terhadap inflasi itu 0,1%. Apalagi kini pasokan cabai merah dari sentra produksi berangsur berkurang."
Komoditas pokok lain, lanjut Suryamin, yang memicu inflasi ialah daging ayam 0,06%, telur 0,04%, ikan segar 0,02%, dan bawang merah 0,05%.
"Kenaikan tarif dasar listrik di atas 3.500 volt menyumbang andil 0,02%."
Hanya, inflasi Mei sedikit tertahan oleh penurunan harga beras sekitar 0,88% sehingga menyumbang deflasi 0,04%.
BPS mencermati harga beras di pabrik penggilingan turun 0,9% dan di tingkat grosir turun 0,75% jika dibandingkan dengan bulan lalu.
"Namun, potensi kenaikan harga gabah masih tinggi, bisa mendorong inflasi Juni," ujar Suryamin.
Walaupun gejolak harga pangan meningkatkan inflasi Mei, BI menganggapnya masih terjaga seiring dengan aktivitas perekonomian yang terkendali.
"BI menilai target inflasi empat plus minus 1% dapat dicapai. Tinggal bagaimana koordinasi pengendalian inflasi di tingkat pusat dan daerah," tandas Direktur Departemen Komunikasi BI Peter Jacobs melalui keterangan resmi, Senin.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved