Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KURANG dari sepekan pascapenaikan peringkat outlook utang Indonesia oleh Standard and Poor's dari stabil ke positif, upaya untuk menggenjot investasi kian menggebu dilakukan berbagai kalangan.
Pemerintah, misalnya, melalui BUMN bertekad menggarap 70% infrastruktur dan irigasi di kawasan Indonesia Timur agar wilayah tersebut kian ramah terhadap investasi.
Presiden Joko Widodo menyebutkan kekayaan alam Indonesia Timur mampu menopang kebutuhan swasembada beras. Demikian pula potensi maritim yang diestimasikan sebesar 80% dari total potensi ikan di Indonesia.
Dengan berangkat dari kekayaan alam yang besar tersebut Jokowi meyakini animo investor untuk menggarap Indonesia Timur akan masif di masa depan.
"Kalau bicara perdagangan dan investasi bagian timur, potensi dan kekuatan yang bisa kita angkat sangat-sangat besar, tetapi pendukung untuk melakukan itu perlu dikerjakan, yaitu infrastruktur," kata Presiden saat membuka Rakernas Kamar Dagang dan Industri (Kadin) di Jakarta, kemarin.
Pemerintah telah melakukan peletakan batu pertama pelabuhan Makassar di atas lahan seluas 2.000 hektare.
"Selanjutnya, Juli, insya Allah, akan kami mulai bangun pelabuhan besar di Sorong. Bergeser 30 kilometer dari yang lama, yang akan ada pelabuhan power plan untuk kawasan industri," Presiden menambahkan.
Tekad menggenjot investasi di kawasan timur Indonesia juga digaungkan Kadin. Kemarin, Kadin mendeklarasikan rencana aksi.
Rencana aksi tersebut, kata Wakil Ketua Kadin Bidang Koordinator Wilayah Timur Annar Salahudin Sampetoding, diwujudkan dalam bentuk pendirian PT Investasi Indonesia Timur sebagai fasilitator berbagai proyek, lembaga East Indonesia Development Funds yang bertugas mengumpulkan pendanaan, serta pengadaan koperasi.
Kawasan terpadu
Kadin juga berencana membangun beberapa kawasan industri terpadu di wilayah Indonesia bagian timur. Kawasan industri terpadu di wilayah Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat untuk industri peternakan; Sulawesi Selatan untuk sektor hasil pertanian, cokelat, dan kedelai; serta Maluku yang akan dijadikan sebagai lumbung ikan nasional.
"Kawasan industri yang akan dibangun juga dilengkapi dengan industri galangan kapal, cold storage, pelelangan ikan, dan koperasi. Total investasi mencapai US$50 juta," kata Ketua Bidang Investasi, Perbankan, dan Pengembangan Usaha Wilayah Timur Kadin Reza Maspaitella dalam Trade Investment Forum di Jakarta, kemarin.
Untuk itu, Reza meminta pemerintah menyediakan fasilitas energi yang memadai serta pemberlakuan izin usaha khusus. Kawasan Indonesia bagian timur mulai menarik minat investor, khususnya investor asing, dalam setahun terakhir. Namun, untuk investor dalam negeri, masih terjadi fluktuasi.
Data Badan Koordinasi Penanaman Modal menunjukkan pada triwulan I 2015 realisasi investasi asing untuk wilayah Sulawesi, Maluku, Papua, dan Nusa Tenggara mencapai US$1 miliar (sekitar Rp13 triliun). Angka tersebut naik signifikan, yakni 29,69%, jika dibandingkan dengan realisasi investasi asing di periode yang sama tahun lalu, yang hanya US$703,3 juta.
BKPM mencatat potensi investasi di kawasan timur Indonesia tahun ini mencapai Rp109,6 triliun, atau berkontribusi sebesar 21% dari target investasi nasional Rp519,5 triliun. (Wib/X-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved