KESEMRAWUTAN hampir selalu menjadi ciri khas terminal penumpang di pelabuhanpelabuhan Tanah Air.
Selain minimnya fasilitas, kesemrawutan kerap disebabkan buruknya pengaturan pedagang kaki lima dan angkutan umum di sekitar terminal. Pemandangan penumpang yang berjejal menuju kapal dan antrean panjang di loket tiket juga bukan lagi hal baru.
Tidak demikian halnya dengan Terminal Penumpang Gapura Surya Nusantara, (GSN) di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur. Di terminal milik PT Pelabuhan Indonesia (Persero) III itu, nuansa bandara kental terasa.Bukan hanya rapi, terminal GSN bahkan terkesan mewah.
Pembenahan pelayanan menjadi fokus perhatian Pelindo III di Terminal GSN.Meskipun tidak mendapat keuntungan, Pelindo jorjoran dalam menyediakan fasilitas mumpuni bagi penumpang.Menurut Direktur Utama Pelindo III, Djarwo Surjanto, pembenahan Terminal GSN sama sekali tidak dipicu keinginan untuk meraup keuntungan.
"Enggak bakal kita bikin terminal penumpang kalau mau cari keuntungan. Wong kita mungut tidak besar dari penumpang. Ini bentuk komitmen Pelindo III dalam melayani masyarakat," ujar Djarwo di Jakarta, kemarin.
Terminal Penumpang GSN mulai dibangun Pelindo III pada 2013.Dana tak kurang dari Rp160 miliar digelontorkan untuk membangun terminal tersebut. Adapun lokasi bangunan Terminal GSN itu merupakan gabungan dari bekas Terminal Gapura Surya yang dibangun pada 1976 dan Terminal Penumpang Gapura Nusantara yang dibangun pada 1983.
Jokowi kagum Sekilas, Terminal GSN tak ubahnya seperti ruangan terminal di bandara-bandara besar. Sejumlah fasilitas mumpuni disediakan untuk memberikan kenyamanan bagi penumpang, semisal garbarata (tangga berbelalai yang menghubungkan terminal penumpang dengan kapal), ruang pelaporan (check-in), tangga berjalan (eskalator), lift, ruang tunggu penumpang, toilet, musala, dan pendingin udara (air conditioner/AC).
"Kami ingin memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang selama ini menggunakan layanan kapal laut. Layanan seperti ini biasa dirasakan para penumpang pesawat udara, tetapi tidak bagi para penumpang kapal laut," tutur Djarwo.
Keamanan di dalam terminal pun dapat dijaga dengan baik karena pintu-pintu masuk terminal telah dilengkapi dengan mesin pemindai sinar X (X-ray).Dengan beragam fasilitas modern semacam itu, dapat dikatakan Terminal GSN merupakan terminal penumpang terbaik di Tanah Air.
Tak mengherankan jika keberadaan terminal itu mengundang decak kagum dari Presiden Joko Widodo. Dalam kunjungannya ke Terminal GSN beberapa waktu lalu, Jokowi mengatakan, terminal GSN bisa dijadikan contoh standardisasi pelayanan kepada penumpang.
"Standar seperti ini merupakan standar yang ada di setiap negara.Karena itu, pembangunan terminal penumpang kapal laut ke depan dapat mengikuti standar GSN-Pelindo III," ujar Jokowi.
Menanggapi hal itu, Djarwo mengatakan, Pelindo III juga tengah bersiap membenahi sejumlah terminal penumpang di pelabuhan-pelabuhan milik Pelindo. Pada tahap awal, pembenahan akan difokuskan pada upaya meningkatkan kualitas pelayanan di terminal.
"Yang lain pasti akan kita benahi, tapi mungkin tidak sebesar di Surabaya. Terutama di terminal-terminal yang mempunyai penumpang banyak.Misalnya, di Pelabuhan Kumai, Sampit, Kalimantan Tengah. Kalau Lebaran, banyak pekerja yang mudik dari sana. Sudah akan kita mulai tahun ini. Sifatnya terutama tingkatkan pelayanan," ungkap Djarwo.
Direktur Teknik dan Teknologi Informasi Pelindo III, Husein Latief, mengatakan upaya modernisasi akan dilakukan terhadap semua aset milik Pelindo III, tidak terbatas pada terminal penumpang saja. "Kita cicil yang memungkinkan," tambahnya.