Revitalisasi APBS Gairahkan Ekonomi

Deo/S-25
22/5/2015 00:00
Revitalisasi APBS Gairahkan Ekonomi
(DOK PELINDO III)
SETELAH mengatasi beragam kendala teknis, PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) akhirnya menyelesaikan revitalisasi Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS) yang telah digagas sejak 14 tahun silam.

BUMN pelabuhan itu berharap APBS dapat memperlancar arus logistik dari dan ke kawasan Indonesia timur, serta berkontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi Jawa Timur.

"Kondisi APBS saat ini memungkinkan Pelabuhan Tanjung Perak untuk membuka jalur pelayaran langsung ke Tiongkok dan negaranegara lainnya. Selama ini, kapal-kapal kita baru sampai Singapura. Tentunya, ini akan berdampak positif terhadap perekonomian," ucap Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia III Djarwo Surjanto dalam sebuah kesempatan di Jakarta, Selasa (19/5).

Akses masuk ke kawasan Pelabuhan Tanjung Perak dan sekitarnya ini selesai direvitalisasi Pelindo III pada April lalu, dengan cara dikeruk dan diperlebar. Saat ini, APBS memiliki kedalaman hingga minus 13 meter low water sping (LWS) dan lebar 150 meter.

Menurut Djarwo, sebelum direvitalisasi, APBS hanya memiliki kedalaman 9,5 LWS dan lebar 100 meter. Kondisi ini mengakibatkan ukuran kapal yang bisa masuk ke Pelabuhan Tanjung Perak menjadi terbatas.

"Dulu APBS hanya bisa dilalui kapal-kapal berukuran 15 DWT (deadweight tonnage). Pascarevitalisasi, kapal-kapal yang melalui Tanjung Perak bisa mencapai 80 ribu DWT," ujarnya.

Proyek revitalisasi APBS sebenarnya sudah direncanakan sejak 2001 silam. Pasalnya, keterbatasan alur menyebabkan kapal-kapal yang keluar dan masuk Pelabuhan Tanjung Perak menjadi terbatas dan tidak maksimal dalam membawa muatan.

Namun, karena terkendala izin dan persoalan teknis, upaya revitalisasi sempat tertunda.Salah satu kendala teknis yang menghadang ialah keberadaan pipa gas bekas Kodeco yang melintang di jalur APBS.

Pipa gas bekas Kodeco kini dimiliki Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore. Proses revitalisasi APBS bisa lancar menyusul keberhasilan PHE WMO memindahkan aliran gas dari daerah produksinya ke pipa baru di pinggir APBS.

"Dibikin jalur pipa baru untuk alirkan gasnya. Sementara pipa yang melintang dipotong.Sekarang sudah enggak ada di tengah lagi. Pipa bekasnya masih ada, tapi sudah enggak ada gasnya. Kita harapkan pipa bekas ini bisa dipindahkan, sehingga tidak akan menghambat kalau nanti APBS akan diperdalam lagi," ujar dia.

Total dana sebesar US$76 juta digelontorkan untuk merevitalisasi APBS. Jika diperlukan, imbuh Djarwo, APBS akan diperlebar lagi hingga mencapai 200 meter dan diperdalam hingga 16 meter LWH.

"Dengan APBS sekarang, nanti akan ada perubahan pola-pola pelayaran dari kapal-kapal kecil ke kapal besar. Kemungkinan dua atau tiga tahun mendatang, jika memang butuh akan direvitalisasi lagi," terangnya.

Jadi contoh
Kondisi APBS saat ini bukan hanya menguntungkan Pelindo III saja, melainkan juga pelabuhan dan industri yang ada di sekitar Pelabuhan Tanjung Perak.Pabrik pupuk PT Petrokimia Gresik, misalnya, sebelum APBS direvitalisasi, kapal-kapal perusahaan tersebut hanya mampu membawa muatan fosfat seberat 15 ribu ton. Kini, Petrokimia mampu mendatangkan kapal-kapal bermuatan hingga 80 ribu ton.

Tak hanya itu, kapal-kapal pengangkut peti kemas yang selama ini hanya mampu mengangkut muatan 1.500 Teus kini dapat membawa muatan hingga 3.000 Teus. "Kondisi ini tentunya akan berdampak pada daya saing logistik nasional yang berpengaruh pada harga jual barang ke konsumen," sebut Djarwo.

Secara terpisah, Wakil Ketua Bidang Pemberdayaan Daerah Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Natsir Mansyur optimistis revitalisasi APBS akan menggairahkan perekonomian Jawa Timur, karena pengusaha akan terpacu untuk memanfaatkan APBS secara maksimal.

Namun, Natsir berpesan, proyek revitalisasi semacam ini tidak terhenti di Surabaya saja. "Jangan Surabaya saja, alur-alur lain juga perlu direvitalisasi. Ini (revitalisasi APBS) bisa menjadi contoh untuk daerah lain. Kalau alurnya bagus dan konektivitas satu daerah dengan daerah lainnya baik, perekonomian dan perdagangan juga akan turut bergairah," kata dia.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya