170 Pelabuhan Jadi Prioritas

Bow/S-1
22/5/2015 00:00
170 Pelabuhan Jadi Prioritas
(ANTARA/ERIC IRENG)
INFRASTRUKTUR sebagai penghubung antarpulau menjadi sebuah keharusan. Apalagi Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki 13.466 pulau. Untuk itu, ketersediaan infrastruktur laut menjadi perhatian serius Kabinet Kerja Joko Widodo-Jusuf Kalla, yang menargetkan Indonesia sebagai poros maritim dunia.

Menurut Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Bobby R Mamahit, pihaknya memprioritaskan pembangunan 170 pelabuhan laut yang sebagian besar sebagai pelabuhan singgah kapal perintis.

"Pemerintah juga berencana menambah rute perintis menjadi 193 dari 96 yang sudah dilayani saat ini," terang Bobby di Jakarta, Rabu (13/5).

Pembangunan 170 pelabuhan laut yang merupakan pelabuhan singgah kapal perintis itu akan melengkapi 2.100 pelabuhan dari Sabang sampai Merauke. "Pelabuhan-pelabuhan yang ada saat ini mampu melayani kedatangan kapal sandar hingga aktivitas bongkar muat," paparnya.

Keseluruhan pelabuhan yang ada itu, lanjutnya, dikelola Kemenhub, swasta, dan badan usaha milik negara (BUMN) yang dimiliki Indonesia, yakni PT Pelabuhan Indonesia (persero) I hingga IV.

Rencana lain yang disiapkan ialah pembangunan 93 kapal perintis dengan rincian 1 unit kapal khusus ternak, 20 unit kapal transpor, 9 unit kapal barang multipurpose dan docking repair, serta  47 kapal negara perintis. Dengan ketersediaan kapal dan rute perintis itu mampu menambah konektivitas.

Ia menambahkan, setiap rencana pengembangan sarana dan prasarana di sektor maritim dilakukan melalui kajian ataupun studi. Misalnya, rencana peningkatan kapasitas pelabuhan yang harus tetap memperhitungkan aspek komersialisasi.

Terkait dengan hal itu, salah satu rencana besar yang diwujudkan pemerintah ialah pembangunan Terminal Teluk Lamong di Surabaya, Jawa Timur. Terminal tersebut berada di Pelabuhan Tanjung Perak yang dikelola oleh PT Pelindo III (Persero).

Kapasitas total Terminal Teluk Lamong akan dikembangkan hingga 5,5 juta teus (twenty foot equivalent units). Untuk tahap I, kapasitas terpasang sebesar 1,5 juta teus yang ditargetkan beroperasi pada Mei ini.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya