PEMBANGUNAN Jalan Raya Ciater-Maruga, Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), yang mangkrak bukan hanya berdampak pada terganggunya arus lalu lintas. Belum dipasangnya lampu penerangan di ruas jalan tersebut membuat kondisi jalan pada malam hari gelap gulita, sehingga membuat warga yang melintas merasa tidak nyaman. Pengguna jalan hanya mengandalkan penerangan dari lampu kendaraan dan bangunan yang ada di di sepanjang jalan.
Padahal, letak rumah maupun bangunan lainnya di sepanjang jalan tersebut menjorok ke dalam, karena lahan di tepi jalan disiapkan untuk trotoar. "Cahaya jalan cuma mengandalkan lampu dari bangunan warga. Padahal, jarak antara bangunan dan jalan agak jauh. Bagaimana jalan tidak gelap gulita pada malam hari?" keluh salah seorang pengguna jalan, Gani, 46, penduduk Jalan Setia Warga RT02/03, Kelurahan Mekar Jaya, Serpong, beberapa waktu lalu.
Akibat jalan yang gelap gulita, kecelakaan mengancam pengguna jalan pada titik di samping Bundaran Maruga arah Jalan Serua. Di titik tersebut, selain jalanan yang menurun, sejumlah tiang listrik juga masih berdiri tegak di tengah jalan. "Kalau malam (tiang listrik) enggak begitu kelihatan. Saya saja yang tinggal sekitar sini kalau mengendarai mobil malam hari harus ekstra hati-hati. Tiang listrik hanya kelihatan samar-samar. Apalagi cat tiang listrik juga sudah luntur, sehingga tidak kelihatan," kata Rama, 39, warga Gang Waru, Ciater.
Sementara itu, pengamat perkotaan dari Universitas Trisakti Yayat Supriyatna mengatakan terhambatnya pembangunan infrastruktur jalan di daerah mana pun selalu mendatangkan persoalan baru. Implikasi yang sangat mungkin terbentuk dari persoalan itu, antara lain daerah kehilangan daya tarik, tingkat stres di masyarakat bertambah akibat kemacetan lalu lintas dari terhambatnya pembangunan, penurunan angka ekonomi, serta risiko kecelakaan.
"Jalan itu dapat dikatakan sebagai urat nadi daerah. Jika di situ ada masalah, pasti bakal ikut tumbuh lagi masalah lainnya," katanya saat menanggapi masalah mangkraknya pembangunan jalan, termasuk Jalan Raya Ciater-Maruga, Serpong, Kota Tangerang Selatan, beberapa waktu lalu. Menurutnya, masalah pembebasan lahan menjadi masalah klasik dalam proses pembangunan di tingkat daerah sampai nasional. Oleh karena itu, dibutuhkan skema terbaik untuk mengantisipasi maupun menyelesaikan persoalan yang timbul.