Perhelatan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2015 pada 20-30 Agustus 2015 diharapkan dapat menggaet investasi otomotif di Indonesia. Gelaran itu juga menjadi upaya mendorong penjualan dari industri otomotif nasional yang sempat menurun di kuartal pertama 2015.
"Para tamu yang datang ke kantor kami di GIIAS bisa melihat data kuantitatif pertumbuhan industri otomotif di Indonesia," jelas Sekretaris Jenderal Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Noegardjito dalam kunjungannya ke redaksi Media Group, kemarin.
Peluang investasi itu juga bisa didapat dari konferensi internasional sektor otomotif di ajang yang sama pada pada 25 Agustus.
Ajang pameran itu diharapkan bisa membantu penjualan kendaraan yang juga bakal menghadapi perlambatan saat Ramadan. "Biasanya penjualan di bulan puasa menurun," katanya.
Di kuartal I, penjualan mobil menurun 14,1% dan produksi anjlok 12% jika dibandingkan dengan periode sebelumnya. Itu disebabkan penaikan harga BBM yang membuat masyarakat menunda pembelian. Pihaknya masih berharap menjual mobil di kisaran 1 juta-1,1 juta unit tahun ini.
"Sektor otomotif bergantung pada pertumbuhan ekonomi. Kami berharap proyek infrastruktur pemerintah dapat berjalan sehingga berdampak positif ke penjualan," ujar Noegardjito.
Terkait dengan adanya perusahaan asing yang masuk ke industri komponen otomotif nasional di skala tier (lapisan) dua dan tiga, hal itu diyakini tidak akan menjadi persoalan. "Yang terpenting ketersediaan barang dan kualitas berstandar internasional."
Ia pun menyambut baik adanya aturan baru mengenai tax allowance untuk sektor transportasi umum. "Insentif itu juga harus diiringi dengan pembangunan infrastruktur dan sistem," paparnya.
Untuk pelaksanaan GIIAS di BSD City, Tangerang, Gaikindo menggaet PT KAI untuk memfasilitasi commuter line serta fasilitas antarjemput pengunjung dari berbagai mal di Jakarta, Depok, dan Tangerang. (Dro/E-4)