Presiden Apresiasi Serapan Anggaran

MI/Kim/X-4
20/5/2015 00:00
Presiden Apresiasi Serapan Anggaran
(Sumber seskab/ Grafis Caksono)
PEMERINTAH bersiap menikmati lompatan pertumbuhan ekonomi di sisa waktu 2015. Hal itu terindikasi, salah satunya, dari tingginya serapan anggaran 15 kementerian/lembaga. Ditambah lagi dengan proyek-proyek raksasa yang sudah diluncurkan.  Presiden Joko Widodo menyebutkan ke-15 institusi itu memiliki tingkat belanja di kuartal pertama 2015 lebih tinggi jika dibandingkan dengan periode sama tahun lalu. "Semoga ini bisa memicu dan memacu pertumbuhan ekonomi pada kuartal kedua dan kuartal-kuartal berikutnya," kata Jokowi dalam rapat paripurna kabinet di Kantor Presiden Jakarta, kemarin. Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto menambahkan kementerian/lembaga yang menyerap anggaran tertinggi ialah Kementerian Sosial dengan capaian sekitar 40%.

Hal itu terbantu oleh pencairan dana Kartu Keluarga Sejahtera. Sementara itu, kementerian/lembaga lain dengan serapan anggaran tinggi, yaitu Polri, Mahkamah Agung, Kejaksaan Agung, Kementerian Kesehatan, Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, serta Kementerian Luar Negeri. "Presiden menelusuri satu per satu, bertanya, dan cek silang. Misalnya, Kementerian Pertanian, sekitar Rp5 triliun yang sudah terserap. Lalu dicek lagi ke Kemenkeu, betul atau tidak," ujar Andi. Sebagai pihak yang memperoleh anggaran besar pada 2015, Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono merinci sudah ada lelang proyek senilai Rp69,7 triliun dari Rp118,546 triliun pagu anggaran 2015. Proyek yang kontraknya sudah ditandatangani Rp30,7 triliun, proyek siap kontrak Rp16 triliun, proyek siap proses lelang Rp22,957 triliun, dan proyek sudah masuk proses lelang Rp13,8 triliun (lihat grafik). Presiden mengeluhkan rendahnya serapan anggaran tersebut dalam sidang kabinet sebelumnya. Hal itu disebabkan lambannya pembenahan kelembagaan sehingga memengaruhi kinerja perekonomian kuartal pertama yang tumbuh 4,71%.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya