MENJELANG Ramadan, harga sejumlah bahan pangan terus melonjak. Harga daging ayam dan daging sapi pun mulai tidak terkendali.
Di Pasar Pagi, Kota Cirebon, Jawa Barat, kemarin, harga daging ayam sudah mencapai Rp32 ribu per kilogram.
"Sehari lalu harga daging ayam Rp30 ribu per kg, sekarang sudah naik menjadi Rp32 ribu per kg. Saya tidak tahu mengapa harga daging ayam naik. Dari pemasoknya memang sudah naik, jadi saya langsung menyesuaikan," kata Ida, pedagang daging ayam di Pasar Pagi, kemarin.
Melonjaknya harga daging ayam juga terjadi di Pasar Pembangunan, Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung.
Pada Sabtu (16/5), harga da-ging ayam Rp18 ribu per kg, tapi hari ini menjadi Rp28 ribu per kg.
"Harga daging ayam sekarang naik Rp10 ribu per kg. Hampir setiap tahun begini. Biasanya H-2 dan H+3, harga daging kembali melonjak," kata Lukman, pedagang daging ayam di Pasar Pembangunan.
Harga daging sapi juga naik Rp10 ribu per kg dari Rp100 ribu menjadi Rp110 ribu per kg.
Selain daging ayam dan daging sapi, harga telur dan gula pasir juga ikut naik.
Di Tasikmalaya, Jawa Barat, harga telur dan gula pasir naik karena menurunnya ketersediaan kedua komoditas tersebut.
Harga telur dari Rp18 ribu per kg naik menjadi Rp20 ribu per kg.
Adapun harga gula pasir dari Rp11 ribu per kg menjadi Rp13 ribu per kg.
Pun di Kota Sukabumi, penaikan harga kebutuhan pokok diprediksi sekitar 0,48%.
"Prediksi besaran penaikan harga kebutuhan pokok masyarakat berdasarkan penghitungan Badan Pusat Statistik. Pada Juni-Juli tahun lalu rata-rata naik sekitar 0,48%. Namun, kenaikan ini akan dibarengi dengan laju pertumbuhan ekonomi," kata Kabag Administrasi Perekonomian Setda Pemkot Sukabumi, Cecep Mansur.
Pada bagian lain, intensitas hujan yang masih tinggi akhir-akhir ini menyebabkan tanaman sayuran di Temanggung, Jawa Tengah, cepat rusak dan membusuk.
Hal itu membuat harga komoditas sayuran jatuh.
Zaenab, 48, petani sayuran dari Desa Campursari, Kecamatan Bulu, mengungkapkan harga tomat, kembang kol, dan kentang anjlok karena cepat membusuk.
"Selain produksinya menurun, harganya pun anjlok. Tiga hari lalu harga kembang kol masih di kisaran Rp6.500 per kg di tingkat petani, sekarang sudah turun lagi menjadi Rp5.000 per kg," katanya.