Pemerintah Upayakan Pasokan Pangan Cukup

Tes/Mus/X-4
19/5/2015 00:00
Pemerintah Upayakan Pasokan Pangan Cukup
Rachmat Gobel Menteri Perdagangan(MI/PANCA SYURKANI)

MENJAGA stabilitas harga dan kecukupan pasokan menjadi fokus pemerintah untuk mengamankan kebutuhan pangan. Pemerintah pun memastikan impor beras tetap menjadi pilihan terakhir.

"Kami intensif memantau panen sekaligus penyerapan beras oleh Bulog. Serapan Bulog sudah mencapai 1,2 juta ton. Minimal kan 2 juta ton biar aman," kata Menteri Perdagangan Rachmat Gobel seusai mengikuti pemaparan neraca perdagangan hingga April 2015 di Jakarta, kemarin.

Demikian halnya kebutuhan bahan pokok makanan dan minuman, lanjut Gobel, pemerintah juga tidak membuka keran impor.

"Stok gula masih aman. Kalau (harga) naik, itu ulah spekulan."

Pemerintah hanya membuka keran impor sapi untuk memenuhi kebutuhan daging. Izin impor dikeluarkan Kemendag untuk sapi asal Australia, yakni sapi bakalan berkuota 250 ribu ekor dan sapi siap potong 29 ribu ekor.

Menurut Dirjen Perdagangan Luar Negeri Partogi Pangaribuan, impor sapi dari Australia akan dimulai kuartal II.

"Porsi impor Australia ke Indonesia 30%, kemudian Taiwan 15%, dan AS 12,3%. Mayoritas komoditas dari Australia mencakup binatang hidup dan bahan kimia anorganik."

Sementara itu, harga sejumlah kebutuhan pokok di beberapa daerah naik akibat ulah pedagang dan kurangnya produksi. Hal itu diungkapkan Dirjen Hortikultura Kementan Hasanuddin Ibrahim.

"Pedagang itu lazim mengubah cabai segar menjadi cabai giling sehingga pasokan di pasar berkurang. Pedagang membeli cabai segar 100 kg. Sekitar 70 kg dijual dan 30 kg sisanya dicampuri garam lalu disimpan di kontainer sehingga bisa awet hingga dua tahun," kata Hasanuddin, kemarin.

Hasanuddin menyayangkan belum ada regulasi yang mengatur praktik culas seperti itu. Regulasi hanya melarang penimbunan.

"Kami imbau pedagang menyediakan cabai segar yang cukup di pasar."

Untuk bawang merah, menurut Hasan, produksinya sekitar 1,1 juta ton per tahun dengan kebutuhan 90 ribu ton per bulan.

"Produksi cukup, tetapi tidak merata. Tahun depan kami siapkan dana Rp2 triliun untuk pemerataan produksi cabai dan bawang merah."



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya