Stok Beras Cukup untuk Empat Bulan

Iqbal Musyaffa
12/5/2015 00:00
Stok Beras Cukup untuk Empat Bulan
Seorang pekerja tengah menata tumpukan karung beras di Cipinang, JakartaTimur.(MI/Usman Iskandar)

PERSEDIAAN beras di Indonesia cukup untuk empat bulan ke depan. Meski sudah memiliki jumlah cadangan beras sebanyak 1,3 juta ton hingga kini Badan Urusan Logistik (Bulog) masih harus terus menyerap beras dari para petani.

Hal itu dikemukakan Direktur Pelayanan Publik Bulog Lely Pelitasari Soebekty dalam program Bincang Pagi Metro TV, kemarin.

"Kami perkirakan aman. Harga pembelian pemerintah (HPP) untuk gabah kering panen dan beras juga normal," kata Lely. Menurut Lely, perbandingan cadangan beras Bulog dengan yang beredar di luar sudah mencapai titik tertinggi. Jumlah itu dirasa cukup hingga menjelang Ramadan.

Kendala Bulog dalam menyerap beras petani ialah HPP Bulog lebih rendah daripada harga beras di pasaran. HPP beras Bulog hanya Rp7.300, sedangkan bila petani menjual langsung ke pasar atau penggilingan, harga beras bisa Rp7.500-Rp7.600.

"Selama ini paling tinggi hanya 10% beras yang mampu diserap. Kini jumlahnya sudah sekitar 10% di Bulog sementara 90% sisanya di petani, pedagang, dan di rumah-rumah warga. Dari perkiraan itu, kami perkirakan cukup sampai Ramadan," ujar Lely.

Saat menanggapi tingginya harga beras di beberapa daerah saat ini, Menko Perekonomian Sofyan Djalil mengakui hal itu disebabkan rendahnya produksi beras.

"HPP beras oleh Bulog di bawah harga jual di pasaran sehingga serapan Bulog pun tidak maksimal. Cadangan beras Bulog kini mencapai 1,3 juta ton, cukup sampai Juni. Pada Mei Bulog membeli sekitar 25 ribu-30 ribu ton beras per hari dari petani," ungkap Sofyan. Untuk mengantisipasi kekurangan beras di tingkat konsumen, pemerintah berencana membuka keran impor akhir Juni setelah melihat perkembangan cadangan dan penyerapan beras oleh Bulog.

"Bulog susah mencari beras di pasar karena harga tinggi. Bagus bagi petani, tetapi kami juga harus menjaga konsumen," jelas Sofyan.

Tidak impor

Hingga kini, menurut Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto, pemerintah masih menghitung kecukupan cadangan beras Bulog dalam menghadapi Ramadan dan Idul Fitri.

"Kalau harus impor, butuh pertimbangan serius Bulog, Kemendag, Kementan, dan Kemenko Perekonomian. Tetapi arahan Presiden masih sama, tidak impor," tutur Andi.

Para petani di sejumlah sentra produksi beras seperti Indramayu, Subang, Purwakarta, Temanggung, Sukabumi, dan Tasikmalaya menyambut kebijakan pemerintah tidak mengimpor beras tersebut. Sebagaimana diungkapkan Tarodin, petani di Kecamatan Kedu, Temanggung, yang khawatir harga beras menjadi murah jika beras impor masuk. "Saya berharap harga naik saat Ramadan. Petani berharap memperoleh keuntungan," ungkap Tarodin.

Di Sukabumi, Jabar, dalam satu pekan Bulog hanya mampu menyerap 30-60 ton beras petani. "Kalau dihitung, sekitar 3%. Harga pembelian sesuai dengan aturan Rp7.300 per kg. Kini di Gudang Bulog Pasirhalang tersedia stok beras sekitar 4.000 ton, atau cukup untuk satu bulan ke depan," kata Kepala Gudang Bulog Pasirhalang Sukabumi Saepulloh. Dalam satu hari, Bulog Sukabumi mendistribusikan beras sekitar 250 ton. (Kim/TS/BB/AD/X-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya