Garuda Bidik 165 Ribu Jemaah Haji

MI/Ant/E-5
07/5/2015 00:00
Garuda Bidik 165 Ribu Jemaah Haji
(MI/Adam dwi)
PT Garuda Indonesia (persero) Tbk menargetkan dapat mengakut 165 ribu jemaah haji plus atau umrah di tahun ini. Besaran target itu tumbuh di atas 30% ketimbang tahun lalu yang sebanyak 125 ribu jemaah haji. Selain itu, perusahaan plat merah itu juga membidik 6.000 jemaah calon haji khusus di tahun ini atau meningkat 22% ketimbang 2014 yang sebanyak 4.900 jamaah calon haji khusus. "Prospeknya saya lebih optimistis tahun ini karena tren haji dan umrah sekarang ini sudah mulai bergeser, tidak hanya ibadah, tetapi juga holiday (liburan)," ujar Manajer Senior Umrah dan Haji Plus Garuda Indonesia D Karnabi seusai pembiayaan deposit booking seat dan ticketing ibadah umrah dan haji khusus di Jakarta, kemarin.

Dia menyebutkan dalam satu minggu terdapat 21 penerbangan yang melayani tujuan ke Jeddah dari Jakarta, Medan, Surabaya, dan Makassar dengan tingkat keterisian sekitar 80% untuk pesawat berbadan besar sekelas Boeing 777-300 ER yang bisa memuat hingga 300 penumpang. Dalam satu bulan, lanjut dia, nilai transaksi untuk penerbangan Jakarta-Jeddah mencapai sekitar Rp200 miliar. Karnabi mengatakan meskipun rupiah-dolar AS masih bergejolak dan ada pembatasan karena renovasi Masjidil Haram, pihaknya mengaku tidak terlalu berpengaruh secara signifikan.

"Trennya naik terus karena bisnis ini unik, selama Kakbah masih ada, maka akan berjalan terus, dan niat orang-orang itu kan untuk ibadah jadi tidak akan surut," katanya. Selain itu, dia menambahkan, selama pembayaran menggunakan dolar AS, masih dalam posisi aman, tapi apabila menggunakan rupiah tidak tertutup kemungkinan akan dilakukan lindung nilai atau hedging. Karnabi menyebutkan saat ini mitra agen perjalanan haji dan umrah mencaai 400 agen di seluruh Indonesia. Selain itu, pihaknya mulai mengangkut dengan pesawat tipe Airbus untuk embarkasi Medan karena lonjakan jumlah penumpang. Untuk mencapai target itu, perusahaan berkode emiten GIAA itu bekerja sama dengan Bank Syariah Mandiri dalam pembiayaan. Besaran pembiayaan untuk tiket itu senilai Rp80 miliar tahun ini, melonjak dari tahun lalu senilai Rp30 miliar.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya