PEKERJAAN ideal yang Anda inginkan punya waktu kerja dimulai pukul 09.00 dan selesai pukul 17.00? Jangan berharap banyak Anda bisa menemukannya.
Menurut penelitian baru dari perusahaan akuntan publik dan konsultan Ernst & Young (EY), orang di seluruh dunia bekerja lebih lama daripada sebelumnya.
Dalam sebuah survei global yang dilakukan EY, dari 9.700 orang dewasa usia 18-67, hampir setengah (46%) dari manajer di seluruh dunia bekerja lebih dari 40 jam seminggu dan 40% mengaku jam kerja mereka terus naik.
'Hasil survei Amerika Serikat (AS) lebih buruk daripada rata-rata global. Sebanyak 58% manajer mengaku bekerja lebih dari 40 jam seminggu', sebut survei EY seperti dilansir Business Insider, Selasa (5/5).
Satu-satunya negara yang hampir semua orang bekerja lebih lama dari 40 jam seminggu ialah Meksiko. Sebanyak 61% responden mengatakan hal yang sama.
Angka-angka itu cukup jauh dari hasil survei di Tiongkok, yakni hanya 19% dari manajer mengatakan mereka bekerja lebih dari 40 jam seminggu.
Survei juga menemukan jam kerja manajer yang juga memiliki anak terus meningkat ketimbang mereka yang bukan orangtua. Di antara manajer, 41% orangtua mengaku jam kerja mereka naik dalam lima tahun terakhir. Sebaliknya, hanya 37% manajer yang bukan orangtua yang menyatakan hal serupa.
Faktanya, meski banyak orang menghargai fleksibilitas jam kerja, 10% karyawan di AS yang telah mencoba menerapkan jadwal fleksibel ternyata menerima konsekuensi negatif. Promosi jabatan mereka ditolak.
Impak kebijakan jam kerja yang terlalu kaku membuat lebih dari dua pertiga responden mengaku mempertimbangkan berhenti dari pekerjaan jika bos mereka tidak memungkinkan mereka untuk bekerja secara fleksibel.
Di sisi lain, beberapa eksekutif perusahaan yang bekerja 80 jam seminggu, menyatakan punya siasat agar tetap punya 'kehidupan pribadi'. Misalnya, Tomasz Kucemba, CEO of Karora Cosmetics yang pernah bekerja hingga 100 jam per minggu. Ia melakukan banyak pekerjaan dalam satu waktu menggunakan ponsel pintarnya, juga mengatur jumlah dan asupan makanan yang dikonsumsinya.
''Yang paling mudah ialah jangan panik dan kelola waktumu dengan baik. Anda pasti bisa melaluinya,'' kata Kucemba.
Louise Fritjofsson, cofounder dan CEO perusahaan startup Vint, menyarakan berolahraga ringan setiap hari agar tetap sehat di sela jam kerja yang panjang. ''Kiat lainnya seperti di tradisi Swedia. Jika Anda sedang rapat dengan kolega, selipkan waktu istirahat 15 menit.'' (*/E-3)