Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SEPERTI telah diprediksi sebelumnya, penaikan harga bahan bakar minyak (BBM) pada akhir Maret lalu menjadi pendongkrak utama laju inflasi selama April 2015.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi bulan lalu yang mencapai 0,36% itu merupakan tertinggi dalam lima tahun terakhir.
"Selama lima tahun iya. Pernah (inflasi) 0,97 pada 2004, ini kedua tertinggi dalam 50 tahun terakhir," ujar Deputi BPS Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Sasmito Hadi Wibowo di Jakarta, kemarin.
Selain harga BBM memberi sumbangan inflasi 0,22%, inflasi April dipicu penaikan harga elpiji 12 kilogram dan tarif angkutan umum sebagai dampak penaikan harga BBM.
Kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau tercatat mengalami inflasi terbesar mencapai 0,5%.
Kepala BPS Suryamin memaparkan laju inflasi April itu sedikit terhambat oleh kelompok bahan makanan yang justru mengalami deflasi 0,79%.
Menurutnya, panen raya padi di sejumlah daerah sepanjang April memberi dampak signifikan.
Kelompok padi-padian terdata mengalami deflasi hingga 4,26%, menutup inflasi yang terjadi pada bumbu-bumbuan seperti bawang merah yang inflasi cukup besar hingga 3,03%.
Saat ini inflasi tertinggi terjadi di Tual 1,31%, sedangkan di Manokwari terjadi deflasi terbesar 0,69%.
Menghadapi puasa Ramadan dan Lebaran yang semakin dekat, Suryamin berharap peraturan presiden (perpres) tentang pengendalian harga komoditas pangan utama yang saat ini sudah final di tangan Sekretaris Kabinet bisa segera diterbitkan.
Dengan adanya perpres tersebut, kewenangan mengatur inflasi di daerah diharapkan bisa berjalan dengan baik.
"Kan pengendalian harga tidak di pusat saja, tapi juga di daerah karena inflasi memengaruhi daya beli masyarakat," ujar Suryamin.
Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil menyadari memasuki puasa Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri akan terjadi peningkatan konsumsi masyarakat dan di masa itulah sering terjadi kenaikan harga.
"Sampai kuartal ini inflasi naik sedikit, masih oke. Paling penting kita jaga bulan puasa dan Lebaran," ujarnya dalam keterangan terpisah tanpa merinci kapan perpres pengendalian harga pangan akan diterbitkan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved