Hari itu, Park Sung-jun, seorang praktisi seni meramal wajah di Korea Selatan, sedang meramal seorang klien. Katanya, bentuk mata sang klien menunjukkan pilihan bijak untuk tidak menikah terlalu cepat. Sayangnya, bentuk hidung yang tidak lagi sesuai aslinya membuat Park tidak bisa memberikan ramalan menyeluruh kepada klien tersebut.
Park bukan satu-satunya dari 300 ribu peramal di Korea Selatan yang dewasa ini mulai kesulitan membuat prediksi, sebab, semakin sukar mendapatkan klien dengan wajah natural tanpa sentuhan operasi plastik di Korea Selatan. Berdasarkan data pada 2011 dari International Society of Aesthetic Plastic Surgeons, negara itu memiliki rasio tertinggi di dunia untuk permintaan operasi plastik. Adapun sebuah survei lokal menyimpulkan 1 dari 5 perempuan responden di Korea Selatan menempuh operasi plastik, terutama untuk mengubah hidung maupun membuat lipatan kelopak mata.
"Mereka seperti memakai topeng," ujar Park. "Jika seseorang dengan banyak operasi plastik datang ke saya, saya pasti tidak bisa membaca wajah mereka."
Mencari petunjuk dari seorang peramal memang hal lumrah di kalangan masyarakat 'Negeri Ginseng'. Berdasarkan survei Trend Monitor di 2012, 70% responden mengaku telah memiliki rencana untuk diramal dan bahkan ada yang sudah memiliki ramalan keberuntungannya untuk setahun.
Seni meramal wajah atau fisiognomi kini kian populer sejak kehadiran beberapa serial drama seperti The Face Reader, dan The King’s Face. Sejumlah pakar seperti Park Sun-jung pun kerap wira-wiri di layar kaca untuk membaca wajah para selebritas.
Park menjelaskan, melalui wajah, ia dapat mencari karakteristik yang mengungkapkan tentang potensi kekayaan dan kesejahteraan klien, penghasilan klien, karier, dan asmara. Umpama, bentuk dan warna kulit dari bagian bawah dahi wanita mengungkapkan kesehatan reproduksi, rona hitam di sekitar mata ialah tanda hubungan asmara tidak akan begitu baik. Hidung menunjukkan kemampuan seseorang untuk mendapatkan uang, yang juga bisa menjelaskan kekayaan Warren Buffett.
"Orang-orang dengan hidung seperti Warren Buffet, besar tapi cuping hidung kecil, biasanya menghasilkan banyak uang. Namun, seseorang yang operasi plastik untuk memiliki jenis hidung seperti itu, tidak akan jadi miliuner. Operasi plastik tidak dapat mengubah peruntungan mereka," ujar Park.
Direktur Asosiasi Juru Ramal Korea Park Eun-san mengatakan, ia percaya operasi plastik bukanlah hal yang buruk. Menurutnya, berkat operasi plastik, saat ini Korea Selatan memiliki ‘wajah yang tampak lebih beruntung’ daripada generasi sebelumnya.
Namun, Park Sung-jun bersikeras tidak akan merekomendasikan operasi plastik untuk setiap klien, meski ia mengakui untuk beberapa kasus, operasi plastik dimungkinkan untuk memecahkan masalah kesulitan pencernaan dan meningkatkan kualitas hidup. (Arv/WSJ/E-2)