Pemerintah dan Pengusaha Jepang Fokus Tingkatkan Kualitas SDM

Irene Harty
09/3/2016 10:56
Pemerintah dan Pengusaha Jepang Fokus Tingkatkan Kualitas SDM
(Menteri Perindustrian, Saleh Husin -- DOK KEMENPERIN)

KANSAI Economic Federation (KANKEIREN) yang merupakan perusahaan-perusahaan dari Jepang melakukan pertemuan dengan Menteri Perindustrian, Saleh Husin di Kementerian Perindustrian, Jakarta, Slasa (8/3). Dalam pertemuan dengan Chairman KANKEIREN, Shosuke Mori bersama 39 delegasinya, menurut Salwh spesifik membicarakan mengenai cara meningkatkan kualitas dan kompetensi Sumber Daya Manusia.

"Tujuan ke sini salah satu yang spesifik meningkatkan SDM kita yang selama ini masih cukup rendah," lanjutnya. Selama ini banyak perusahaan Jepang yang sudah melakukan pelatihan tenaga kerja seperti di industri mold and dice atau industri pengelasan yang memiliki program magang tenaga kerja di Jepang satu hingga tiga tahun untuk ditetapkan di perusahaan perusahaan Jepang.

Peningkatan kualitas dan kompetensi tenaga kerja itu bagi perusahaan-perusahaan Jepang dapat menghasilkan produk yang lebih baik lagi. Hal itu sejalan dengan peningkatan produktivitas tenaga kerja yang sudah mendapat ilmu yang dibutuhkan dan mampu masuk ke industri berteknologi tinggi.

Kementerian Perindustrian telah menetapkan beberapa sasaran pembangunan SDM di bidang industri diantaranya 1.600 orang tenaga kerja industri yang terampil dan kompeten dan 2.600 orang tenaga kerja industri tingkat ahli yang kompeten. Selain itu, pemerintah juga targetkan 30 standar kompetensi di bidang industri, 10 lembaga sertifikasi dan tempat uji kompetensi, 150 orang tenaga asesor kompetensi dan asesor lisensi, pembentukan dua lembaga pendidikan vokasi industri berbasis kompetensi, dan pembentukan tiga inkubator bisnis untuk wirausaha industri.

"Kalau kualitas meningkat, produktivitas perusahaan juga akan meningkat," sahut Saleh. Kementerian Perindustrian juga meminta kepada KANKEIREN untuk industri-industri menengah Jepang masuk ke Indonesia.

Salah satunya industri-industri komponen atau industri yang ingin dikembangkan oleh Jepang di Indonesia yakni industri pengelolaan sampah menjadi energi. Dalam pandangan Saleh, industri pengelolaan sampah menjadi energi itu sesuai dengan konsentrasi pemanfaatan sampah dari Presiden Joko Widodo.

Potensi pengelolaan sampah dari maaing-masing daerah terbilang besar karena sampah selama ini terbengkalai tanpa pengelolaan tepat. Saleh juga mengatakan KANKEIREN yang sudah bertemu dengan Menteri Koordinator Perekonomian, Darmin Nasution akan melakukan pertemuan dengan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya.

"Waktunya pendek jadi komunikasi bisa ditindaklanjuti pihak-pihak terkait," tandas Saleh. (OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Aries
Berita Lainnya