Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) memaparkan hasil laporan keuangan emiten di pasar modal.
Berdasarkan data yang dihimpun OJK, laporan keuangan perusahaan dalam kondisi baik. Namun, beberapa di antaranya mengalami penurunan.
"Dari sisi laporan keuangan tahun 2019 dari emiten, kita lihat kinerjanya walaupun ada penurunan dari total emiten, tapi 76 atau hampir 77% masih membukukan laba," ungkap Plt. Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal II OJK, Yunita Linda Sari, dalam telekonferensi, Rabu (22/7).
Baca juga: OJK: Kinerja Pasar Modal Melemah Hingga Pertengahan Tahun
Dari laporan emiten pada kuartal II 2020, lanjut dia, mayoritas perusahaan masih membukukan laba. Akan tetapi, jumlahnya menurun dibandingkan laporan keuangan periode 2019.
"Yang masih membukukan laba ada 70%. Sekitar 58% di antaranya menunjukkan kinerja agak menurun," imbuh Yunita.
Sementara itu, kondisi industri pengelolaan investasi relatif menurun secara year to date. Walaupun dalam jangka pendek secara month to date dan week to date mengalami sedikit kenaikan.
Baca juga: Ekonomi Anjlok, Singapura Masih Jadi Investor Utama di Indonesia
Apabila dilihat year to date per 20 Juli 2020 mengalami penurunan 7,91%. Kemudian, secara month to date naik hampir 3% dan week to date naik 0,1%.
"Dalam jangka pendek ini walau performance year to date menurun, tapi ada harapan di jangka pendek karena menunjukkan peningkatan. Dalam perkembangan produk juga ada sedikit penurunan. Ke depan, kita optimis untuk lebih baik," pungkasnya.(OL-11)
PT Astra Agro Lestari Tbk mencatatkan kinerja positif pada kuartal I 2026 dengan pertumbuhan laba yang signifikan, didorong oleh efisiensi operasional dan pengendalian biaya.
Laba emiten properti melonjak 216,7% pada 2025, ditopang optimalisasi aset dan pendapatan berulang, serta membagikan dividen Rp2 miliar.
Bank Mandiri mencatatkan laba bersih konsolidasi sebesar Rp15,4 triliun pada kuartal I 2026 atau tumbuh 16,6% secara year on year (yoy).
PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) mencatatkan kinerja keuangan yang tetap resilien sepanjang 2025, didukung oleh strategi bisnis yang adaptif dan pengelolaan risiko yang prudent.
Kinerja Bank Mandiri pada awal 2026 dinilai tetap solid meski permintaan kredit secara struktural belum sepenuhnya pulih.
PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) mencatatkan penurunan volume penjualan sepanjang 2025, namun membukukan pertumbuhan laba bersih pada periode tersebut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved