BRI Kawal Margin Bunga Bersih

MI/Ibnu Haykal
02/5/2015 00:00
BRI Kawal Margin Bunga Bersih
(MI/M Irfan)
PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk akan menjaga level margin bunga bersih (net interest margin/NIM) di kisaran 7,7%-8% sepanjang tahun ini. Hal itu dikatakan Direktur Utama BRI Asmawi Syam pada jumpa pers di Jakarta, Kamis (30/4). Berdasarkan kinerja BRI pada triwulan I 2015, margin bunga bersih perseroan ada di level 7,57%. Setahun sebelumnya, posisi margin bunga bersih di 9,06%. "Kita tergerus oleh dana mahal. Sekarang secara bertahap kami akan turunkan porsi dana mahal ini dan menggantinya dengan dana murah," kata Asmawi.

Wakil Direktur BRI Sunarso menambahkan, kendati margin bunga bersih bank pelat merah tersebut menurun, masih tertinggi daripada bank lain ataupun secara rata-rata industri. Namun, lanjut Sunarso, komitmen untuk lebih efisien dalam operasional perusahaan juga tetap diharapkan agar suku bunga semakin terjangkau sehingga dapat mendorong pertumbuhan. Turunnya NIM memengaruhi performa laba bersih BRI.

Per triwulan I 2015, BRI mencatat laba bersih Rp6,1 triliun atau naik 3,38% dari posisi Rp5,9 triliun pada periode serupa di 2015. Menurut Direktur BRI Haru Koesmahargyo, kondisi itu tidak terlepas dari deselerasi pertumbuhan kredit. "Memang kita sedang mengalami perlambatan pertumbuhan ekonomi, baik secara domestik maupun global sehingga permintaan menurun. Selain itu, tekanan terhadap cost of fund (biaya dana) juga tinggi sehingga NIM (selisih bunga bersih) juga turun dan memengaruhi laba," ujar Haru.

Pada triwulan awal 2015, kredit BRI tumbuh 9,36% menjadi Rp472,92 triliun. Adapun setahun lalu, laju kredit mencapai lebih dari 17%. Dari semua segmen kredit, segmen mikro masih mendominasi dengan pertumbuhan sebesar 15,9% menjadi Rp157,5 triliun. Ia mengemukakan, akhir tahun ini posisi kredit diharapkan menembus Rp572 triliun.

Fee based income
Pendapatan bunga menjadi faktor utama penyumbang laba bersih BRI, yakni mencapai Rp20,1 triliun atau tumbuh 22%. Sementara itu, sumber pendapatan lainnya berasal dari pendapatan nonbunga (fee based income) mencapai Rp2,7 triliun atau tumbuh 51,1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Fee based income meningkat tajam karena adanya kenaikan jumlah transaksi internet banking perseroan sebesar 95,1% (yoy) dari sebelumnya 10,5 juta menjadi 20,5 juta.

Pada mobile banking, jumlah transaksi pada triwulan I 2015 mencapai 35 juta atau meningkat 25,4% dari periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 27,9 juta. "Pertumbuhan  tertinggi terjadi pada transaksi e-banking yang tumbuh 86% secara year on year," ujar Asmawi. Menurutnya, perseroan akan akan terus menggenjot pertumbuhan fee based income di 2015 melalui pengembangan produk e-channel. Pihaknya memperkirakan, jumlah jaringan e-channel BRI di tahun ini dapat mencapai 231.445, atau mengalami peningkatan 79 ribu jaringan e-channel BRI. Ia pun menargetkan adanya 35 juta pemilik rekening yang terdaftar di bank BRI menjadi pengguna electronic banking (e-banking).



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya