Tol Dalam Kota Bandung Ditargetkan Rampung 2018

Dero Iqbal Mahendra
07/3/2016 19:50
Tol Dalam Kota Bandung Ditargetkan Rampung 2018
(ANTARA)

MENTERI Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli berencana melakukan percepatan pembangunan Tol fly over dalam kota Bandung sehingga dapat selesai pada akhir 2018 nanti sudah dapat selesai. Kepastian tersebut didapat usai 13 kementerian dan lembaga menyepakati akan menyerahkan tanah mereka yang dilalui pembangunan tol tersebut.

"Sebagian besar tanah ini diluar tanah yang dimiliki masyarakat biasa dimiliki oleh 13 kementerian dan lembaga. Tadi sudah ada kesepakatan dari 13 kementerian dan lembaga tersebut dan bersedia menyerahkan tanah milik lembaganya untuk digunakan untuk membangun jalan tol tersebut," terang Rizal di kantornya di Jakarta usai rapat koordinasi dengan 13 kementerian dan lembaga Senin (7/3).

Rizal mengungkapkan bahwa sebetulnya rencana pembangunan tol tersebut sudah sejak lama ada, yakni sejak 2011. Bahkan pada tahun yang sama sudah mendapatkan kepastian pinjaman dari JAICA untuk pembangunan tol tersebut sebesar US$ 150 juta. Namun sejak perencanaan tahun 2011 lalu hingga saat ini belum ada perkembangan yang berarti dari pembangunan tol dalam kota Bandung akibat persoalan pembebasan lahan.

Nantinya beberapa tanah yang terkena dampak pembangunan akan dilakukan ganti rugi atau disediakan tanah dan bangunan pengganti sehingga menguntungkan semua pihak. Proyek tol sepanjang 20,6 Km tersebut diperkirakan akan membutuhkan biaya hingga Rp 3,56 triliun dengan tingkat lalulintas hingga 45 ribu kendaraan per hari.

"Dengan padatnya lalu lintas Bandung diharapkan proyek ini dapat dipercepat pengerjaannya dan bukan hanya diselesaikan. Jika perencanaan awal mulai pembangunan pada akhir 2017 dan selesai 2019 kami minta proyeknya dipercepat dan dimulai pada akhir tahun ini sehingga akhir 2018 nanti sudah selesai," terang Rizal.

Lebih lanjut Rizal mengungkapkan bahwa nantinya pembangunan tol tersebut tetap akan di integrasikan dengan pembangunan transportasi masal yang terintegrasi seperti LRT.

Dalam kesempatan yang sama Deputi infrastruktur, kementerian koordinator maritim, Ridwan Djamaluddin menegaskan meski ada tawaran pembiayaan dari JAICA namun bukan berarti pemerintah akan langsung mengambil pinjaman tersebut. Pihaknya akan membahas terlebih dahulu secara internal terkait kesiapan anggaran nya,

"Bila memang menggunakan anggaran sendiri nantinya akan diajukan pada tahun anggaran 2016. Saat ini memang belum dianggarkan kalau sepakat untuk menggunakan dana sendiri maka tentu akan dianggarkan tahun depan," terang Ridwan.

Selain itu Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna menegaskan bahwa nantinya untuk operator pengelola jalan tol itu sendiri akan diperoleh melalui sistem tender dan saat ini belum dilakukan tender oleh BPJT. Tendernya sendiri akan dilakukan sambil jalan sebab tadi diminta untuk dipercepat sebab akhir tahun diharapkan sudah mulai konstruksi.

"Lelangnya sendiri akan lelang investasi, tetapi bila memang mendapatkan loan dari JAICA maka lelangnya akan menjadi lelang konstruksi. Jadi nanti sambil jalan akan lelang investasi seperti di Menado yang barangnya sudah jadi baru di lelang investasi," jelas Herry. (OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Aries
Berita Lainnya