Prasarana Hindarkan RI dari Jebakan

MI/IRENE HARTY
30/4/2015 00:00
Prasarana Hindarkan RI dari Jebakan
(MI/PANCA SYURKANI)
INDONESIA tengah menghadapi dua tantangan, yakni ketimpangan pendapatan dan disparitas antarwilayah. Jika tantangan itu tidak dijawab oleh pemerintah, Indonesia akan terjebak dalam kelas pendapatan menengah dan tidak bisa melaju menjadi negara maju.

Staf Khusus Kementerian Bappenas Sonny Harmad mengemukakan itu dalam Seminar Indonesia Update 2015 di Gedung KBRI Washington, Selasa (28/4) waktu setempat. "Untuk menghindari middle income trap (jebakan kelas menengah), Indonesia harus membangun infrastruktur," kata Sonny.

Pembangunan infrastruktur atau prasarana kemudian disusul bonus demografis yang mulai dinikmati Indonesia pada 2020 akan membuat pertumbuhan ekonomi melaju pesat. Sonny memberi ilustrasi bahwa belanja infrastruktur sebesar Rp85 triliun akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 1%.

Pada 2015 pemerintah telah meningkatkan anggaran pembangunan infrastruktur sebesar 20% menjadi Rp167 triliun. Dalam lima tahun ke depan total anggaran yang dibutuhkan untuk penyediaan infrastruktur yang memadai mencapai Rp6.000 triliun atau Rp1.200 trilun per tahun.

"Namun, pemerintah hanya memiliki anggaran sekitar Rp200 triliun per tahun untuk infrastruktur. Itu artinya, masih ada kekurangan Rp1.000 triliun per tahun. Karena itu, kami mengundang investasi baik dari dalam maupun luar negeri," papar Sonny.

Seminar Indonesia Update 2015 diselenggarakan Direktorat Jenderal Komunikasi dan Informasi Publik atas undangan The United State and Indonesia Society.

Selain menghadirkan Sonny, program itu juga menampilkan Dirjen Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkominfo Freddy Tulung dan Direktur Pemberitaan Media Indonesia Usman Kansong. Acara dihadiri kalangan akademisi dan pemerhati Indonesia dari AS serta kalangan media.

Saat menjawab pertanyaan tentang upaya pemerintah menarik investor, Freddy Tulung mengatakan pemerintah telah mengambil kebijakan mempermudah investasi.

Usman Kansong menambahkan media massa di Indonesia pun menunjukkan dukungan yang besar terhadap upaya pemerintah. Salah satunya dengan senantiasa memublikasikan berita bahwa Indonesia semakin ramah bagi investor.

Terorganisasi dan cepat
Di Tanah Air, Presiden Joko Widodo menyamakan pembangunan infrastruktur dengan tari Saman asal Nanggroe Aceh Darussalam. Tarian itu ditampilkan dalam pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) 2015 di Jakarta, kemarin.

"Tadi Pak JK (Wapres Jusuf Kalla) bisik-bisik pada saya, kok enggak tabrakan ya. Padahal, tarian begitu dinamis dan cepat dan antara satu dan yang lain kelihatan sekali terorganisasi, terkonsolidasi, sehingga kecepatan jadi lebih baik," ujar Presiden dalam pidato pembukaan.

Jokowi menyatakan hal-hal itulah yang mesti dilakukan dalam melakukan percepatan pembangunan. Fokus pemerintah saat ini pada infrastruktur pertanian terutama irigasi dan bendungan, serta jalan tol atau lintas nasional provinsi dan kabupaten/kota.

Pelabuhan dan bandar udara juga menjadi fokus pembangunan untuk meningkatkan konektivitas antardaerah dan antarprovinsi. (E-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya