KEMACETAN lalu-lintas dan polusi udara yang kian parah mengundang orang untuk mengurangi penggunaan kendaraan bermotor. Berbagai inovasi pun muncul sebagai solusi cerdas.
Seperti halnya yang dilakukan Dave Hoverman, 38, seorang konsultan bisnis di Berkeley, California, Amerika Serikat. Saat akhir pekan, ia meninggalkan Audi Q7 di rumah dan memilih menggunakan sepeda kargo untuk berjalan-jalan bersama empat anaknya.
"Kami mengerjakan kegiatan kami dengan sepeda. Kami tidak menggunakan mobil sama sekali saat akhir pekan," kata Hoverman.
Hoverman merupakan satu dari sekian banyak orangtua urban yang mulai memasyarakatkan penggunakan sepeda kargo sebagai alat transportasi keluarga. Alasan kesehatan dan lingkungan menjadi prioritas mereka.
"Sepeda kargo, mulanya merupakan proyek inisiatif orang-orang yang ingin mengangkut barang-barang besar, seperti papan selancar ataupun perahu kayak," kata Evan Lovett-Harris, Direktur Pemasaran Xtracycle seperti dilansir New YorkTimes, pekan lalu.
Xtracycle ialah perusahaan di Oakland, California, yang pertama kali memperkenalkan sepeda kargo untuk keluarga, the EdgeRunner, pada 2012.
"Ketika kami pertama kali menjual sepeda kargo 15 tahun lalu, kami seperti orang aneh," kata Ross Evans, pendiri Xtracycle.
Namun, saat ini sepeda kargo tidak hanya populer di wilayah pantai barat seperti Seattle, Portland, dan the Bay Area, tetapi juga di kota-kota seperti New Haven, Tucson, dan Dallas.
Sepeda kargo juga populer di Washington. Jon Renaut, 37, ahli perangkat lunak di Departemen Pertahanan, mengatakan ia menjadi salah satu dari lusinan orang tua yang membonceng anak-anak mereka ke sekolah dengan sepeda kargo. "Cuma dua hari dalam setahun saya tidak menggunakannya, saat cuaca bersalju," kata ayah dua orang anak ini.
Popularitas sepeda kargo saat kini makin meningkat dengan banyak model. Pada umumnya, ada dua tipe sepeda kargo. Pertama longtails, yang terlihat seperti sepeda biasa, tetapi memiliki rak besar panjang di roda belakang. Model kedua ialah bakfietts dengan kotak kargo yang dipasang di depan setang. Tipe longtails harganya lebih murah, misalnya merek Yuba Mundo yang dijual mulai US$1,300 (sekitar Rp16,9 juta), dan tipe bakfiets yang dijual mulai US$3,000 (Rp39 juta).
Joe Nocella, pemilik 718 Cyclery, sebuah toko sepeda di Gowanus, turut menjual berbagai tipe sepeda kargo di tokonya. "Penjualan toko kami naik 21% daripada tahun sebelumnya. Hal itu diraih setelah kami fokus di segmen sepeda kargo."
Menurutnya, sepeda kargo bisa menjadi alat transportasi ramah lingkungan yang juga menyenangkan untuk keluarga. "Saya senang melihat anak-anak gembira naik dan jalan-jalan menggunakan sepeda kargo," ujar Nocella.