Saka Energi Temukan Cadangan Gas Baru

MI/Anastasia Arvirianty
29/4/2015 00:00
Saka Energi Temukan Cadangan Gas Baru
(ANTARA/WAHYU PUTRO A)
PT Saka Energi Indonesia menemukan cadangan gas dalam jumlah masif, yang diperkirakan mencapai 500 miliar kaki kubik, di kawasan Blok Sout Sesulu, lepas pantai Kalimantan Timur.

Direktur PT Saka Energi Indonesi Firman Ardini Yaman menjelaskan temuan gas tersebut diperoleh dari hasil pengeboran sumur eksplorasi pertama, yakni SIS-A#1, yang dilakukan pada 23 Desember 2014. "Kami akan analisis lagi berdasar hasil pengeboran di sumur eksplorasi pertama, sehingga kami bisa lakukan lagi eksplorasi pengeboran sumur kedua yang direncanakan berlokasi 1,5 km ke arah barat dari sumur pertama," tutur Firman saat jumpa pers di Jakarta, kemarin.

Untuk eksplorasi tersebut, Saka Energi telah mengeluarkan biaya sekitar US$40 juta. Adapun anggaran belanja modal (capital expenditure/capex) berdasarkan rencana kerja dan anggaran perusahaan 2015 ialah US$390 juta.

Direktur Operasi dan Komersial Tumbur Parlindungan mengatakan temuan itu mungkin baru akan dikomersialkan 2-3 tahun lagi.

"Kami menargetkan pada 2018 sudah komersial dengan produksi gas sekitar 100 mmscfd (juta kaki kubik per hari)," ucapnya.

Tahun ini, Saka Energi membidik produksi minyak dan gas bumi 30 ribu barel oil equivalen per day (bpod), naik dari saat ini sekitar 23 ribu BPOD. Target itu seiring dengan pengembangan blok-blok migas baru maupun pengambilalihan (participacing interest/PI) di blok perusahaan lain.

Menurut Firman, produksi gas bumi dan minyak bumi berasal dari, antara lain Blok Pangkah Madura, Jawa Timur, Blok South East Sumatra, dan Lapangan Gas Fasken, di Texas, Amerika Serikat. Di Blok Pangkah Madura, Saka Energi mengantongi 100%, sedangkan di Blok South East Sumatra menguasai 8,9% dan 36% di Fasken.

Di masa depan, Saka Energi berencana untuk membangun infrastruktur, seperti pipa gas dan berharap dapat menjadi provider atau penyedia layanan utama untuk mengisi pipa gas PGN.

Gas rumah tangga

Dalam kesempatan terpisah, induk Saka Energi, yaitu PGN, kemarin, merampungkan proyek pemasangan instalasi jaringan gas bumi ke 4.053 rumah tangga di Cibinong, Bogor, Jawa Barat. "Gas siap mengalir ke semua rumah itu," kata Manajer Area Bogor PGN Yohannes Chandra dalam siaran persnya, kemarin.

Ia menambahkan, penyaluran gas bumi untuk 4.053 rumah tangga di wilayah Cibinong merupakan kerja sama antara Ditjen Migas Kementerian ESDM dan PGN. Ditjen Migas merupakan pihak yang membangun jaringan gas, sedangkan PGN yang mengelola dan mengoperasikan. "Sinergi ini akan mempercepat perluasan pemanfaatan gas bumi bagi rumah tangga," ujarnya.

Menurutnya, warga yang memanfaatkan gas bumi mendapat beberapa benefit. Umpama, harga gas bumi untuk rumah tangga lebih murah ketimbang elpiji. (Jes/E-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya