BI: Kegiatan Dunia Usaha Triwulan I 2020 Menurun

Suryani Wandari Putri Pertiwi
13/4/2020 13:53
BI: Kegiatan Dunia Usaha Triwulan I 2020 Menurun
Seorang wanita melintas di dekat logo Bank Indonesia di Gedung C Bank Indonesia (BI), Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat.(MI/PANCA SYURKANI)

AKIBAT wabah pandemik virus korona (Covid-19), Bank Indonesia (BI) mencatat adanya penurunan permintaan dan gangguan pasokan. Bahkan, Hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) mengindikasikan kegiatan dunia usaha menurun pada triwulan I-2020.

Hal ini tercermin dari nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) pada triwulan I-2020 sebesar -5,56%, turun cukup dalam dibandingkan 7,79% pada triwulan IV-2019.

Baca juga: Kemenparekraf Ajak Masyarakat Dukung Program #BeliKreatifLokal

"Turunnya kegiatan usaha terjadi pada sejumlah sektor ekonomi seperti sektor Industri Pengolahan, sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran, sektor Pertambangan, sektor Pengangkutan dan Komunikasi, serta sektor Konstruksi. Hal tersebut terutama disebabkan oleh adanya penurunan permintaan dan gangguan pasokan akibat wabah Covid-19," tulis BI dalam keterangan resminya, Senin (13/4).

Sejalan dengan kinerja kegiatan usaha, kapasitas produksi terpakai dan penggunaan tenaga kerja pada triwulan I-2020 tercatat lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya. Sementara itu, kondisi keuangan dunia usaha dari aspek likuiditas dan rentabilitas masih cukup baik meski menurun pada triwulan I-2020, dengan akses terhadap kredit perbankan yang relatif normal.

Berdasarkan sektor ekonomi, penurunan kegiatan usaha terjadi pada sektor Industri Pengolahan (SBT -3,60%), sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran (SBT -3,04%), sektor Pertambangan (SBT -0,62%), sektor Pengangkutan dan Komunikasi (SBT -0,53%), serta sektor Konstruksi (SBT -0,08%). 

Adapun sektor yang mengalami perlambatan antara lain sektor Listrik, Gas dan Air Bersih, sektor Keuangan, Real Estate dan Jasa Perusahaan dan sektor Jasa-jasa. Responden menyampaikan bahwa penurunan realisasi kegiatan usaha tersebut antara lain disebabkan dampak Covid-19 outbreak, di tengah kondisi cuaca yang kurang mendukung aktivitas sejumlah sektor seperti Pertambangan dan Konstruksi.

Baca juga: Pemerintah Diminta Percepat Realiasi Belanja Kesehatan dan Bansos

Di sisi lain, sektor Pertanian, Perkebunan, Peternakan, Kehutanan & Perikanan masih mengalami pertumbuhan yang meningkat dengan SBT 0,40%. Peningkatan di sektor Pertanian khususnya pada sub sektor tanaman bahan makanan (tabama) seiring dengan panen raya yang terjadi pada sejumlah daerah seperti Jawa Barat, Jawa Timur, Sumatera Selatan, Sulawesi Selatandan Gorontalo.

Responden memprakirakan kegiatan usaha akan meningkat pada triwulan II-2020, dengan SBT sebesar 2,13%. Berdasarkan sektor ekonomi, diprakirakan peningkatan kegiatan usaha terutama terjadi pada sektor Pertanian, Perkebunan, Peternakan, Kehutanan dan Perikanan (SBT 1,57%) seiring dengan masih berlangsungnya panen padi di beberapa daerah, serta sektor Jasa-jasa (SBT 1,32%). (OL-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya