Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir melantik empat pejabat madya di lingkungan Kementerian BUMN. Salah satunya adalah Irjen Carlo Brix Tewu yang ditunjuk menjadi Deputi Bidang Hukum dan Perundang-undangan.
Staf Ahli Kementerian BUMN Arya Sinulingga menerangkan pelantikan polisi aktif tersebut merupakan upaya untuk mengurangi dispute di antara perusahaan-perusahaan BUMN.
Baca juga: Ini Anak Buah Sri Mulyani yang Pilih Jadi Staf Ahli Erick Thohir
Carlo sebelumnya merupakan Deputi V Kemenko Polhukam dinilai punya pengalaman yang cukup.
"Ada sekitar 20-an BUMN itu bermasalah di antara BUMN sendiri. Pak Carlo ini akan mengidentifikasi BUMN bermasalah, kalau bisa tidak sampai masuk ranah hukum," ungkap Arya seusai pelantikan pejabat madya Kementerian BUMN.
Menurutnya, Kementerian BUMN ingin membangun iklim bisnis perusahaan yang baik. Oleh karen itu, dibutuhkan sinergi yang kuat di antara sesama perusahaan milik negara ke depan ke depan.
"Ada BUMN saling mengadu. Ya cari saja BUMN apa, ambil aja kasusnya," tutur Arya.
Baca juga: Menteri Erick Puji Gerak BUMN Bantu WNI Terdampak Virus Corona
Carlo Tewu beserta timnya pada 2001 menangkap buronan Polri yang merupakan putra kelima mendiang mantan Presiden Soeharto, Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto. Penangkapan itu lantaran Tommy menjadi terpidana kasus ruilslag Goro-Bulog.
Selain itu, Carlo Tewu dan timnya menangkap otak pengebom Bali pada 12 Oktober 2002, Imam Samudra.
Baca juga: Jiwasraya Mulai Bayar Utang di Bulan Maret
Erick Juga melantik Sekretaris Kementerian (sesmen) yang baru Susyanto. Sebelumnya Susyanto menjabat Kepala Pusat Pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM).
"Pak Susyanto ini punya tugas, tugasnya dalam waktu dekat mengidentifikasi semua regulasi-regulasi yang menghambat bisnis BUMN," imbuh Arya.
Adapula partner lembaga konsultan dan auditor global Ernst & Young (EY) Nawal Nely yang dilantik menjadi Deputi Keuangan dan Manajemen Risiko. Dengan pengalaman tersebut diharapkan mengidentifikasi cash flow perusahaan BUMN agar berjalan baik.
"Untuk Bu Nawal dari Ernst & Young jadi deputi tersebut ditugaskan untuk menangani manajemen risiko terhadap perusahaan BUMN, jadi bisa dilihat nanti. Bagaimana supaya cashflow (arus kas) bagus, laporan keuangan itu sesuai dengan bagusnya cashflow," ungkap Arya.
Sementara untuk posisi Staf Ahli Bidang Keuangan dan Pengembangan UMKM, kementerian menunjuk Loto Srinaita Ginting. Manta Direktur SUN Ditjen Pengelolaan dan Pembiayaan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan itu diharapkan bisa membatu pengembangan bisnis perusahaan BUMN dan UMKM bersamaan. (X-15)
Tidak perlu adanya Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ataupun yang saat ini diusulkan diubah menjadi Lembaga BUMN setelah adanya Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara.
Regulasi telah membagi peran antara Kementerian BUMN dan Danantara, namun praktik di lapangan justru memunculkan kebingungan arah kebijakan.
Pembentukan Danantara memantik wacana penghapusan Kementerian BUMN. Jika benar terjadi, kementerian ini akan “turun status” menjadi badan, sebuah langkah yang diperkirakan mengubah peta pengawasan sekaligus arah bisnis perusahaan pelat merah.
Pengamat BUMN dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia Toto Pranoto menanggapi kemungkinan Kementerian BUMN diturunkan statusnya menjadi badan.
Pemerintah memberi sinyal bakal mengubah status Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menjadi badan.
Isu pembubaran Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Ada juga wacana peleburan Kementerian BUMN ke BPI Danantara.
MENTERI Pemuda dan Olahraga Erick Thohir mengapresiasi peran Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi dan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya.
Erick Thohir menyebut proses bidding tuan rumah Piala Asia 2031 dan 2035 masih ditunda menyusul perubahan kalender FIFA dan evaluasi AFC.
Tiket FIFA Series tak habis terjual, Ketua Umum PSSI Erick Thohir menilai ajang tersebut berbeda dengan piala dunia
Ketua Umum PSSI Erick Thohir sudah kantongi calon lawan Timnas Indonesia untuk FIFA Matchday Juni 2026. Satu negara Asia beri respons, tunggu kesepakatan resmi!
Penetapan program kompetisi musim 2026/2027 dilakukan lebih awal sebagai langkah strategis antara PSSI dan I.League.
Kesuksesan Piala Presiden 2025 disebut sebagai buah kerja kolektif lintas sektor yang terbangun dengan kuat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved