Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Lembaga Demografi Universitas Indonesia, Turro S Wongkaren mengatakan naiknya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) menunjukkan arah kebijakan pembangunan Indonesia yang dilakukan pemerintah sejak dahulu sudah benar. Namun, Turro berkeyakinan IPM Indonesia bakal lebih tinggi lagi.
Dalam laporan IPM 2019 yang dirilis Selasa (11/12), United Nation Development Program (UNDP) menyebutkan IPM Indonesia masuk kategori tinggi di angka 0,707. Adapun negara dengan IPM tinggi berada di kisaran 0,7-0,79, Indonesia berada di urutan 118 dari 180 negara. Tahun lalu IPM Indonesia di angka 0,694.
Tiga komponen yang menjadi penentu IPM, yakni usia harapan hidup, lama sekolah, serta pendapatan. Usia harapan hidup orang Indonesia 71,5 tahun. Kemudian rata-rata lama belajar 8 tahun dan harapan lama sekolah 12,9 tahun. Untuk pendapatan nasional bruto U$11,256.
baca juga: Hari Ini Harbolnas 1212, Ini 12 Tips Dapat Harga Terbaik
"IPM Indonesia bisa lebih tinggi lagi karena pendapatan semestinya meningkat, demikian juga kesehatan dan pendidikan. Meski imvestasi di bidang kesehatan dan pendidikan sudah dilakukan sejak 1979-an, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi program prioritas pemerintah saat ini, digenjot dalam lima tahun mendatang," tutur Torro dalam program Bedah Editorial di Metro TV. (OL-3)
Guru Besar IPB Prof Euis Sunarti menekankan pentingnya pembangunan ramah keluarga sebagai basis kebijakan nasional untuk mengatasi depresi remaja dan kemiskinan.
Tantangan pembangunan dinilai semakin kompleks sehingga penyusunan kebijakan tidak dapat lagi mengandalkan pendekatan percobaan atau trial and error.
Tantangan seperti pemerataan pembangunan dan stabilitas sosial memerlukan kerja bersama yang tidak terbatas pada satu wadah organisasi saja.
Ia menilai pesan utama Prabowo adalah penguatan postur pertahanan sekaligus membangun kepercayaan publik terhadap negara.
DEWAN Pimpinan Pusat Generasi Muda Pembaharu Indonesia (Gempar Indonesia) mendesak pemerintah untuk mengakselerasi pembangunan di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).
SELAMA ini kita terlalu sering memaknai pembangunan sebagai pembangunan fisik: jalan, jembatan, gedung, kawasan industri, dan infrastruktur digital, tapi melupakan manusia
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved