Pertalite Serbu Jakarta Mei

MI
17/4/2015 00:00
Pertalite Serbu Jakarta Mei
(ANTARA/Muhammad Adimaja)
PT Pertamina (persero) akan mengeluarkan produk baru, yakni bahan bakar minyak (BBM) yang berangka oktan (research octane number/RON) 90. Produk baru BBM bernama pertalite itu diluncurkan bulan depan untuk memberi pilihan BBM lebih banyak kepada masyarakat.

Pada tahap awal, Pertalite akan dijual di Jakarta, Semarang, dan Surabaya. Diharapkan, produk itu akan dikonsumsi mobil pribadi.

''Pokoknya RON-nya di atas premium, di bawah pertamax dengan sifat lebih ramah lingkungan, lebih bertenaga, dan lebih hemat. Harganya juga di antara premium dan pertamax,'' ungkap Direktur Pemasaran Pertamina Ahmad Bambang melalui pesan singkat kepada Media Indonesia, kemarin (Kamis, 17/4/2015).

Produk baru tersebut juga untuk mengurangi kerugian perseroan dari penjualan premium. Informasi dari Pertamina menyebutkan kerugian perseroan dari penjualan premium mencapai Rp48 miliar per hari.

Kerugian itu dihitung dari selisih harga keekonomian senilai Rp600 per liter dikalikan jumlah premium yang didistribusikan per harinya, yakni 80 juta liter.

Terkait dengan realisasi konsumsi premium, pada triwulan I 2015, konsumsi tercatat 6,7 juta kiloliter (kl) atau turun 5% ketimbang periode yang sama tahun lalu yang sebesar 7 juta kl.

Peluncuran pertalite sekaligus mengompensasi tertundanya penaikan harga pertamax pada periode dua minggu ini.

''Sebetulnya harusnya naik menjadi Rp8.900 per liter. Karena harga premium kemarin hanya naik menjadi Rp7.400 per liter, jadi pertamax ditekan menjadi Rp8.600 per liter. Mestinya naik lagi, tapi tidak usah lah. Nanti pindah ke premium,'' tutur Bambang.

Untuk sementara waktu, premium tetap tersedia dan diharapkan hanya menjadi konsumsi transportasi umum dan kendaraan roda dua.

Ketua Umum Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Eri Purnomohadi menyambut baik rencana Pertamina mengeluarkan bensin jenis baru tersebut. Namun, ia meminta besaran margin yang mendekati pertamax.

Menurut Eri, saat ini, margin premium dengan RON 88 yang sudah bukan lagi komoditas subsidi masih Rp277 per liter. Sementara itu, margin pertamax yang sama-sama nonsubsidi sudah Rp375 per liter.(Jes/Ant/E-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya