Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SEJAK Maret Lalu, Kementerian Perindustrian telah menerbitkan aturan yang mewajibkan pelumas yang beredar di Indonesia memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI). Hal itu menurut Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian Achmad Sigit Dwiwahjono, salah satunya untuk meningkatkan produksi.
Sigit mengungkapkan, saat ini dari 2 juta kiloliter kapasitas terpasang dari 44 perusahaan pelumas, utilisasinya baru mencapai 50% atau 1 juta kiloliter. Sehingga dengan SNI wajib itu diharapkan dapat mendorong peningkatan utilisasi produksi pelumas di dalam negeri.
"Dengan SNI, kita juga ingin meningkatkan kapabilitas industri agar bisa masuk standar internasional. Karena standar nasional kita sudah mengacu pada standar internasional," kata Sigit di ajang Shell Technology Forum 2019 di Nusa Dua, Bali, Selasa (3/9).
Di sisi lain, SNI wajib itu juga diaplikasikan agar konsumen dalam negeri tak lagi terpapar dengan pelumas yang tidak terstandar yang dapat membahayakan bagi penggunanya.
Sebagai salah satu pendukung industri otomotif, pelumas menjadi salah satu instrumen penting dalam pengembangan industri di Indonesia. Terlebih, otomotif beraama dengan industri kimia, tekstil, elektronika, serta makanan dan minuman menjadi industri prioritas dalam peta jalan revolusi industri keempat (4.0) di Indonesia.
Pemenuhan SNI sekaligus Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga menjadi perhatian Shell Lubricants Indonesia. Bahkan, produk Shell Lubricants dipastikan telah memenuhi sertifikasi karena salah satu direksinya turut serta dalam tim penyusunan SNI wajib pelumas tersebut.
Managing Director Shell Lubricants Indonesia, Dian Andyasuri mengatakan, penggunaan pelumas yang baik bahkan dapat memangkas biaya perawatan hingga 30%, meski dari belanja pelumas industri kini hanya berkisar pada 1%-2% dari keseluruhan belanja perusahaan.
Karena itu, lanjut Dian, pihaknya bukan hanya menyediakan produk pelumas saja, tapi juga menyediakan solusi pelumasan bagi perusahaan lewat sejumlah skema kerja sama yang ditawarkan.
Solusi pelumasan tersebut pun sudah memgaplikasikan teknologi mutakhir yang memudahkan pelaku usaha dalam memantau penggunaan pelumas untuk urusan bisnisnya. Contohnya adalah alat Loops Analyzs Lab yang kini bisa dibawa kemanapun (portabel).
"Dengan alat itu, satu siklus tes yang biasanya menghabiskan waktu berhari-hari, kini bisa kurang dari sehari. Bahkan, di beberapa tempat, bisa selesai dalam hitungan menit. Di sektor pertambangan, kami juga sudah mengaplikasikan kecerdasan buatan (AI) dan energi terbarukan," ujar Dian.
General Manager Shell Global Commercial Technology China Asia Pacific Cameron Watson menegaskan, penggunaan pelumas merupakan bagian dari investasi, bukan hanya soal biaya produksi karena merupakan bagian penting dalam operasionalisasi dan perawatan mesin perusahaan. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved