BMEB 2019 Dorong Peningkatan Riset Ekonomi Digital di Indonesia

Atalya Puspa
29/8/2019 00:47
BMEB 2019 Dorong Peningkatan Riset Ekonomi Digital di Indonesia
Kepala BI Institute Solikin M. Juhro(MI/Ramdani)

BANK Indonesia kembali menyelenggarakan Konferensi Internasional Bulletin of Monetary Economics and Banking (BMEB) ke-13 dan Call for Papers pada tanggal 28-30 Agustus 2019 di Bali.

Untuk mendukung riset dalam bidang ekonomi digital, BMEB tahun ini mengangkat tema Maintaining Stability and Strengthening Momentum of Growth Amidst High Uncertainties in Digital Era.

Kepala Institut Bank Indonesia Solikin M. Juhro mengungkapkan, dalam menghadapi perubahan teknologi, bank sentral di banyak negara terus mengambil langkah-langkah untuk lebih memahami implikasi dari perubahan-perubahan tersebut.

Terutama pada level kebijakan ekonomi, baik kebijakan moneter, ekonomi makro, sistem keuangan dan sistem pembayaran.

"Navigasi digital ekonomi menjadi penting di tengah transformasi digital berkembang pesat. Bagaimana transformasi digital ini mengubah pola hidup masyarakat dan bagaiman strategi yang disampaikan otoritas," kata Solikin di Kuta, Bali, Rabu (28/8).

Dengan adanya konferensi tersebut, kata Solikin, diharapkan peneliti-peneliti baik dari Indonesia maupun dari luar negeri dapat bertemu dan belajar satu sama lain sehingga ekosistem penelitian di Indonesia, terutama terkait kebijakan ekonomi ditengah perubahan teknologi,menjadi lebih kuat.

Baca juga : Darmin Dorong Perbaikan Ekonomi Digital Melalui Sinergi Kebijakan

Solikin menuturkan, adapun pada BMEB tahun ini ada yang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Pertama, yakni perluasan kemitraan. BMEB tahun ini menggandeng sebanyak lima universitas negeri di Indonesia.

Selain itu BMEB kali ini juga men Asian Developement Bank, serta sejumlah lembaga riset dan akademi yang kredibel.

"Kedua, peningkatan kualitas. Dalam meningkatakan kualitas, BMEB ini telah mendapatkan scopus, dan telah menjadi rujukan pada jurnal internasional," ucapnya.

Selanjutnya, yaitu adanya penguatan mutu konferensi dengan menghadirkan Iwan Jaya Azis dari Cornell University USA, Iftekhar Hasan dari Fordham University USA dan Jonathan Batten dari University Utara Malaysia, Paresh K. Narayan dari Deakin University Australia dan Presiden APAEA yang bertindak sebagai moderator.

"Terakhir, untuk memperkuat ekosistem riset dan perluasan dampak positif dari kehadiran para ekonom nasional dan internasional di Bali, pelaksanaan konferensi juga diperkuat oleh serangkaian kegiatan pre-event," tutup Solikin.

Adapun, jumlah paper yang masuk ke konferensi BMEB pada 2019 meningkat pesat menjadi 437 dari 185 pada tahun lalu.

Dari jumlah paper yang masuk, 65 diantaranya akan dipilih untuk dipresentasikan dalam konferensi, dan diharapkan dapat diimplementasikan untuk kebijakan moneter di Indonesia. (OL-7)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ghani Nurcahyadi
Berita Lainnya