Infrastruktur Ciptakan Kelas Menengah Baru

Atikah Ismah Winahyu
07/8/2019 07:10
Infrastruktur Ciptakan Kelas Menengah Baru
Akademisi Airi Kuncoro, Anggota Komisi V DPR RI 2014-2019 Syarif Abdullah Alkadrie dan Ekonom & Politisi Indonesia Faisal H. Basri.(MI/PERMANA)

INDONESIA perlu terus menggenjot pembangunan infrastruktur di berbagai daerah untuk mendorong kemajuan masyarakat.

Hal itu dikemukakan ekonom Universitas Indonesia, Ari Kuncoro, dalam forum diskusi bersama IndoSterling Group dan Metro TV di Kantor Media Group, Kedoya, Jakarta Barat, kemarin.

"Pembangunan infrastruktur memberikan banyak manfaat, yakni terbukanya akses untuk bekerja. Orang kurang mampu tidak perlu dikasih beras. Dia memerlukan kesempatan. Kalau bisa berjualan di kota atau menjadi pembantu rumah tangga di kota, dia bisa memiliki penghasilan sendiri," kata Ari.

Selain itu, pembangunan infrastruktur juga meningkatkan pertumbuhan di kawasan yang terhubung, menjadikan akses kesehatan dan pendidikan lebih mudah, meningkatkan pariwisata, menurunkan ketimpangan, dan menciptakan kelas menengah baru di perdesaan.

"Kita lihat banyak pembantu rumah tangga berhenti bekerja karena mau pindah ke Boyolali dan Ungaran. Mereka kerja di pabrik di Boyolali untuk menghidupi keluarga. Kita lihat bahwa infrastruktur telah menciptakan kelas menengah baru di perdesaan," lanjut Ari.

Akan tetapi, Ari melanjutkan pembangunan infrastruktur semacam itu menyebabkan pertumbuhan ekonomi di dalam negeri hanya bergerak di kisaran 5%.

Menurutnya, butuh waktu sekitar lima hingga 10 tahun agar pembangunan ini benar-benar terasa manfaatnya.

"Itu konsekuensi pembangunan jalan lebih dulu, pertumbuhan mengikuti. Kapan bisa 6%, ya kita lihat Singapura butuh kurang lebih 20 tahun untuk menilai bahwa MRT memang tepat. Mungkin kita lima sampai 10 tahun menjadi sesuatu yang jelas mengapa dibutuhkan moda transportasi seperti itu," ujar Ari.

Dalam penilaian Deputi I Kepala Staf Kepresidenan, Darmawan Prasodjo, sejak awal pemerintahan Presiden Joko Widodo sudah fokus membangun infrastruktur secara besar-besaran untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Presiden Jokowi sudah berpikir bagaimana menyejahterakan rakyat, memberikan lapangan pekerjaan, dan meningkatkan produktivitas masyarakat," ungkap Darmawan dalam diskusi itu.

Dia mencontohkan pembangunan infrastruktur Trans-Papua akan mampu menyediakan pelayanan dasar bagi masyarakat seperti akses kesehatan dan pendidikan yang belum berjalan baik.

"Tol bukan hanya mengurangi waktu tempuh dan bea logistik, tetapi juga meningkatkan pariwisata. Hanya, manfaat infrastruktur tidak dapat dirasakan instan. Ekonomi berbasis konektivitas itu memerlukan perubahan kultur," tandas Darmawan. (Aiw/X-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Riky Wismiron
Berita Lainnya