Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BANK Indonesia (BI) mencatat aliran modal asing yang masuk ke Indonesia mencapai Rp73,28 truliun pascapemilu hingga 25 April 2019.
Angka tersebut meningkat secara signifikan dibanding dengan nilai modal asing yang masuk ke Indonesia dari Januari hingga 6 Maret 2019 yang hanya mencapai Rp59,9 triliun.
Gubernur BI Perry Warjiyo menuturkan dana tersebut berasal dari pembelian Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp58,38 triliun, dan dari portofolio saham sebesar Rp14,90 triliun.
Baca juga: Aspek Keselamatan saat Mudik Jadi Fokus Kemenhub
"Ini adalah realisasi yang sudah masuk termasuk angka-angka setelah pemilu. Termasuk angka-angka di 18 April maupun 22 April 2019," kata Perry di Gedung Bank Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis (25/4).
Perry beranggapan, derasnya aliran dana asing yang masuk ke Indonesia akan terus berlangsung.
Pasalnya, dari sisi domestik, fundamental ekonomi Indonesia terus membaik. Hal itu dapat dilihat dari tren pertumbuhan ekonomi yang berada di atas 5%. Di sisi lain, inflasi juga terjaga di angka 3,5%.
Selain itu, dari faktor eksternal sendiri Perry menyatakan The Fed yang diprediksi tidak akan menaikan suku bunga akan berdampak baik bagi perekonomian Indonesia. "Perbedaan suku bunga dalam dan luar negeri itu tetap tinggi. Bahkan akan lebih tinggi. Karena semula Fed Fund Rate (FFR) diperkirakan naik minimal satu atau dua kali, kini diperkirakan tidak naik sampai 2020," tutur Perry.
Baca juga: Presiden Terpilih Harus Benahi Sektor Pertanian
Untuk itu, dengan kondisi eksternal dan domestik yang positif, Perry optimistis aliran modal asing yang masuk ke Indonesia akan semakin deras.
"Maka dengan FFR yang tidak naik investasi portfolio di SBN itu akan semakin menarik," tukasnya (OL-6)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved