Reformasi Struktural, Kunci Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Atalya Puspa
27/3/2019 17:30
Reformasi Struktural, Kunci Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Perry saat memberikan sambutan pada acara Peluncuran Buku Laporan Perekonomian Indonesia 2018 di Gedung Bank Indonesia, Rabu (27/3).( ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/foc.)

GUBERNUR Bank Indonesia Perry Warjiyo mengungkapkan reformasi struktural harus digalakkan demi mendorong pertumbuhan ekonomi 2019.

"Kebijakan struktural menjadi kuncinya. Bagaimana mendorong kapital, bagaimana mendorong teknologi. Itulah yang harus kita lakukan," kata Perry saat memberikan sambutan pada acara Peluncuran Buku Laporan Perekonomian Indonesia 2018 di Gedung Bank Indonesia, Rabu (27/3).

Baca juga: BI Sebut Resesi AS tidak Berdampak Signifikan pada Indonesia

Perry menjabarkan, terdapat empat poin penting terkait reformasi struktural guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Pertama, reformasi untuk meningkatkan daya saing serta produktivitas, yakni dengan melakukan pengembangan infrastruktur, kapasitas sumber daya manusia (SDM), serta dukungan dari pihak kelembangaan. Kedua, pihaknya menilai Indonesia harus melakukan reformasi industriliasi terkait ekspor perdagangan.

"Kita masih harus mendorong terus industriliasi, kebijakan pemerintah untuk mendorong ekspor otomotif, garmen, elektronik, footwear. Itu sangat diperlukan untuk mendorong ekonomi dari sisi eksternal," kata Perry.

Ketiga, reformasi struktural juga harus dilakukan dengan memanfaatkan ekonomi digital guna mendorong perekonomian Insonesia yang inklusif.

"Kita harus melakukan integrasi antara ecommerce dan fintech, mendorong digitalisasi dan banking, guna membalas inovasi dengan menjaga stabilitas dan menjaga bagaimana caranya menyikapi pihak asing di dalam ekonomi digital," ujarnya.

Keempat, reformasi struktural dari sisi pembiayaan. Berkaitan dengan itu, Perry menyatakan pihaknya terus bersinergi melalui mobilisasi simpanan di pasar modal serta instrumen lainnya.

BI sendiri hingga saat ini terus berkomitmen untuk bersinergi dengan pemerintah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan institusi keuangan lainnya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Baca juga: Tanjung Selor Berpotensi Menjadi Pusat Ekonomi Baru

Perry juga menyatakan, setelah pada 2018 lalu Indonesia berada di tengah-tengah kondisi perekonomian yang tak menentu, dirinya optimistis perekonomian Indonesia pada 2019 akan lebih baik.

"2019 marilah kita menyongsong ke depan, marilah kita melihat bagaimana prospek ke depan. Karena saya optimistis ekonomi Indonesia tahun ini dan tahun-tahun ke depan akan lebih baik," tukas Perry. (OL-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya