Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Umum Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi) MP Tumanggor mengatakan bahwa pihaknya mendukung apapun yang dilakukan pemerintah yang menolak diskriminasi kelapa sawit oleh Uni Eropa.
"Apapun yang akan dilakukan pemerintah, pengusaha siap mendukung," kata Tumanggor usai rakor di Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Senin (25/3).
Saat ditanyakan apakah mereka akan menempuh jalur melalui court of justice, Tumanggor mengaku masih belum memikirkan langkah tersebut. "Belum tahu. Kita siap ikut sikap pemerintah," ucapnya.
Sebelumnya diberitakan, Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan mengatakan bahwa upaya yang akan dilakukan pemerintah untuk melawan Uni Eropa terkait diskriminasi sawit adalah mengajukan gugatan ke World Trade Organization (WTO).
Baca juga : Sawit Didiskriminasi, Pemerintah Matangkan Strategi Lawan Uni Ero
Sementara itu, perusahaan atau asosiasi juga bisa mengajukan gugatan melalui court of justice.
Menanggapi itu, Wakil Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Togar Sitanggang mengatakan bahwa semua langkah akan dipertimbangkan untuk melawan Uni Eropa.
"Kita akan pertimbangkan semua saran pemerintah. Kita sebagai mitra pemerintah akan terus menerus saling berbicara dan berdiskusi langkah-langkah yang akan kita ambil," ucapnya. (OL-8)
Kapal tanker melakukan bongkar muat crude palm oil (CPO) di Dermaga Teluk Bayur, Padang, Sumatera Barat.
Dalam konteks kebijakan nasional, program hilirisasi menjadi fokus utama sektor perkebunan pada 2025, khususnya industri kelapa sawit yang memiliki kontribusi signifikan.
Presiden menyebut capaian ini menjadi kebanggaan tersendiri karena terjadi berulang kali dalam masa pemerintahannya yang baru berjalan sekitar 1,5 tahun.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyatakan implementasi program biodiesel B50 berbasis crude palm oil (CPO) memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan produksi.
Harga sawit melonjak tajam hingga Juni 2026 dipicu konflik geopolitik global dan kenaikan energi, dengan pasokan ketat serta permintaan biodiesel tinggi.
LONJAKAN harga minyak dunia akibat eskalasi konflik Timur Tengah bisa menjadi momentum yang tepat untuk mempercepat implementasi kebijakan biodiesel 50 persen atau B50.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved