IPC akan Terapkan Autogate di Terminal Operasi Tanjung Priok

Haufan Hasyim Salengke
24/3/2019 15:35
IPC akan Terapkan Autogate di Terminal Operasi Tanjung Priok
(Senior Vice President Operations IPC David P Sirait di kantor pusat IPC, (ANTARA/Aji Cakti))

PT Pelabuhan Indonesia II atau IPC akan memberlakukan 'autogate' di Terminal 3 Pelabuhan Tanjung Priok pada semester pertama 2019. Rencananya, IPC akan melakukan uji coba 'autogate' di Terminal Operasi 3 ini pada April 2019 mendatang.

“Terminal Operasi atau TO 3 Internasional Pelabuhan Tanjung Priok akan diberlakukan ‘autogate’, dimana sebelumnya bertemu antar orang yakni sopir truk kontainer dengan petugas dan aparat bea cukai di pelabuhan maka dengan adanya ‘autogate’ hal tersebut tidak akan ada lagi dan semua proses berjalan dalam hitungan detik,” ujar Senior Vice President Operations IPC David P Sirait kepada wartawan di Jakarta, Minggu (24/3).

Baca juga: Pemerintah Kembali Salurkan KUR Perikanan Rakyat di 6 Provinsi

Dengan 'autogate' ini memungkinkan sopir kontainer tidak perlu lagi membawa berkas-berkas dokumen, cukup menempelkan kartu identifikasi (id card) di gerbang masuk, lalu kamera CCTV akan memotret nomor peti kemas sehingga mengetahui lokasi peti kemas tersebut akan ditaruh di lapangan.Otomatisasi itu berlaku pula bagi truk kontainer yang akan membawa peti kemas dari Terminal Operasi 3 Pelabuhan Tanjung Priok.

Kelebihan lainnya dari “autogate” ini, terang David, kameranya juga bisa membaca atau mengidentifikasi kerusakan-kerusakan pada peti kemas seperti adanya lubang, sebelum memasuki kawasan pelabuhan.

Sejak beberapa tahun terakhir, Pelindo II atau IPC dicanangkan menjadi digital port atau pelabuhan berbasis digital. Segala sesuatu yang terkait dengan proses bisnis sudah dikonversi menjadi digital baik dalam aspek operasional, keuangan, maupun aspek-aspek lainnya.Upaya melakukan digitalisasi terhadap semua aspek itu dilakukan IPC dalam rangka menyambut Revolusi Industri 4.0.

IPC menargetkan pendapatan usaha pada 2019 mencapai Rp13,5 triliun dengan laba tahun berjalan sebesar Rp2,61 triliun atau tumbuh 7,41% dibandingkan 2018, yang mencapai Rp2,43 triliun.

"Kita berharap pendapatan usaha atau revenue tahun 2019 mencapai Rp13,5 triliun atau tumbuh 18% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp11,44 triliun," ujar Direktur Utama IPC Elvyn G Masassya.

Baca juga: Presiden Optimistis MRT Ubah Budaya Masyarakat

Sedangkan, earning before interest, taxes, depreciation, and amortization (EBITDA) pada 2019, IPC menargetkan Rp5,18 triliun atau tumbuh 24,2% dibandingkan pada 2018 sebesar Rp4,17 triliun. "Dan (target) biaya operasional pendapatan operasional atau BOPO-nya sebesar 68,08 persen," ujar Elvyn.

Target BOPO 2019 tersebut turun 2,6% dibandingkan BOPO pada tahun sebelumnya yang mencapai 69,9% dan pada 2017 sebesar 70,15%.

Untuk target operasional yang akan dicapai BUMN, pada tahun ini di antaranya arus barang peti kemas dan nonpeti kemas masing-masing sebesar 8 juta TEUs dan 73,27 juta ton. Kemudian, arus kapal yang ditargetkan mencapai 235 juta gross tonnage (GT) dan penumpang sebanyak 568,9 ribu orang. (OL-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya