Sektor Manufaktur dan Jasa Perlu Digenjot

Nur Aivanni
16/3/2019 19:00
Sektor Manufaktur dan Jasa Perlu Digenjot
(Ekonom UI Ari Kuncoro -- ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)

BADAN Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia pada Februari 2019 surplus sebesar USD 0,33 miliar setelah dalam kurun waktu empat bulan sebelumnya mengalami defisit. Ekonom UI Ari Kuncoro mengatakan bahwa pemerintah harus mulai beralih dari ekspor komoditas ke ekspor manufaktur dan jasa untuk menjaga konsistensi neraca dagang Indonesia tetap surplus.

"Kita harus beralih ke ekspor barang-barang manufaktur yang lebih bernilai tambah tinggi dan juga ekspor jasa," katanya saat dihubungi Media Indonesia, Sabtu (16/3).

Baca juga: Tarik Investasi Asing Langsung Butuh Reformasi Struktural

Untuk menggenjot ekspor manufaktur tersebut, Ari menyampaikan, pemerintah perlu lebih banyak lagi membangun kawasan industri yang terintegrasi langsung dengan pelabuhan. Dengan begitu, perusahaan-perusahaan dari luar mau masuk ke dalam negeri.

"Kita bisa ekspor otomotif, tapi bahan bakunya kan masih impor. Kita masih punya peluang untuk value chain dibawa ke Indonesia atau kita yang masuk ke dalam value chain. Yang harus didorong adalah bagaimana ada kebijakan supaya industri di Indonesia dapat menjadi bagian dari supply chain. Perusahaan kecil-menengah dari luar kita relokasi ke dalam dan masuk ke dalam kawasan industri," tuturnya.

Industri manufaktur yang bisa digenjot, kata Ari, antara lain bidang otomotif, elektronik, garmen, aksesoris dan furniture. Hanya saja, disampaikannya, industri manufaktur tidak bisa berdampak secara langsung terhadap neraca dagang dalam waktu dekat. Maka itu, sektor jasa lah yang perlu digencarkan terutama pariwisata.

"Jasa pariwisata terutama diarahkan agar mereka (wisatawan mancanegara) ada kunjungan ulang (ke Indonesia). Harus tau seleranya. Misalnya, (wisman) Korea atau Tiongkok (suka) di kawasan yang terintegrasi dengan mall. (Wisman) Eropa sama Amerika yang punya uang biasanya makan di hotel. Semua lini tersebut harus ada," ucapnya. (OL-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya