Nilai Tukar Rupiah Terus Menguat

(E-3)
13/3/2019 02:00
Nilai Tukar Rupiah Terus Menguat
(ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)

NILAI tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta berlanjut menguat dalam dua hari berturut-turut setelah sempat melemah dalam sepekan. Kurs rupiah, kemarin petang, menguat 24 poin menjadi 14.267 per dolar Amerika Serikat dari sebelumnya 14.291 per dolar AS.

Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi menyampaikan penguatan rupiah dipicu berkurangnya kekhawatiran pasar terkait pelambatan ekonomi AS pada tahun ini. “Ada kelegaan yang dirasakan pelaku pasar terkait perekonomian AS. Tampaknya perekonomian ‘Negeri Paman Sam’ tak akan mengalami hard landing pada tahun ini,” ujar Ibrahim seperti dikutip dari Antara.   

Sebagaimana dilansir dari Forex Factory, penjualan barang-barang ritel periode Februari 2019 diumumkan tumbuh 0,2% (bulan ke bulan/mom), mengalahkan konsensus yang memperkirakan tidak ada perubahan.  

Sebelumnya, kekhawatiran mengenai hard landing pada perekonomian AS timbul pascapenciptaan lapangan kerja sektor nonpertanian (non farm payroll) periode Februari sebanyak 20.000 saja, sangat jauh di bawah konsensus yang sebanyak 180.000. Penciptaan lapangan kerja pada bulan lalu menjadi terendah sejak September 2017. 

“Dengan begitu, peluang The Fed untuk menaikkan suku bunga acuan masih amat kecil,” kata Ibrahim.

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) kemarin ditutup melemah di tengah menghijaunya bursa saham regional Asia. IHSG ditutup melemah sebesar 12,66 poin atau 0,2% menjadi 6.353,77. Adapun kelompok 45 saham unggulan (indeks LQ45) menurun 1,4 poin atau 0,14% menjadi 994,02.   

Dibuka menguat, IHSG hanya bertahan sekitar 1 jam, kemudian kembali melemah. IHSG terus berada di zona merah hingga penutupan bursa saham. Penutupan IHSG diiringi aksi jual saham investor asing yang ditunjukkan dengan aksi jual bersih (net foreign sell) sebesar Rp674,09 miliar. Frekuensi perdagangan saham tercatat 410.494 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 12,92 miliar lembar saham senilai Rp7,23 triliun. (E-3)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya