Laba Antam Naik hingga 541%    

Andhika Prasetyo
12/3/2019 03:00
Laba Antam Naik hingga 541%    
(Ist)

PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami peningkatan kinerja yang sangat signifikan sepanjang 2018. Pada tahun lalu, perseroan mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar Rp874,42 miliar, lebih tinggi 541% dari capaian di 2017 yang hanya sebesar Rp136,5 miliar
Direktur Keuangan PT Antam Dimas Wikan Pramudhito mengungkapkan raihan laba bersih yang positif merupakan buah dari pertumbuhan produksi dan penjualan komoditas utama, yakni emas dan feronikel, serta peningkatan efisiensi yang berujung pada stabilnya level biaya tunai operasi perusahaan.

Pada tahun lalu, korporasi dengan kode emiten ANTM itu mencatatkan penjualan bersih Rp25,24 triliun, naik 99% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp12,65 triliun.

Komoditas utama Antam yakni emas membukukan capaian penjualan 27.894 kilogram (kg) atau yang tertinggi sepanjang sejarah perusahaan. Pada tahun sebelumnya, penjualan hanya 13.202 kg.

Dari segi nilai, komoditas itu menjadi komponen pembentuk pendapatan terbesar dengan kon­tribusi Rp16,59 triliun atau 66% dari total penjualan bersih perseroan.

“Nilai penjualan ini yang terbesar sepanjang sejarah perusahaan,” ujar Dimas di Jakarta, Senin  (11/3).

Selanjutnya, kontributor penjualan terbesar kedua dipegang feronikel dengan nilai Rp4,66 triliun atau 18% dari total penjualan bersih. 

Perseroan mencatatkan volume produksi 24.868 ton nikel, lebih besar 14% dari tahun sebelumnya. Dari total produksi, feronikel yang terjual sebesar 24.135 ton nikel atau tumbuh 10% jika dibandingkan dengan di 2017. 

“Peningkatan volume produksi dan penjualan feronikel sejalan dengan tercapainya stabilitas operasi produksi pabrik di Pomalaa, Sulawesi Tenggara, yang saat ini memiliki kapasitas produksi ter­pasang hingga 27.000 ton nikel per tahun,” jelasnya.

Komoditas bauksit pun turut berkontribusi positif. Sepanjang 2018, pendapatan dari bijih bauksit tercatat sebesar Rp482 miliar, tumbuh 21% dari capaian pada tahun sebelumnya.

Pabrik feronikel
Dimas menambahkan PT Antam menargetkan proyek pembangunan pabrik feronikel Haltim (P3FH) akan rampung pada semester pertama tahun ini. Per Maret 2019, progres pembangunan sudah mencapai 92%.

Adapun biaya yang digunakan dalam pembangunan P3FH bersumber dari penyertaan modal negara (PMN) sebesar Rp3,5 triliun.

Dana tersebut dikucurkan pada 2015 agar perseroan dapat melaksanakan hak dalam proses right issue, yang kemudian digunakan untuk ekspansi pabrik.

Sebelumnya, Direktur Utama Antam Arie Prabowo Ariotedjo menyampaikan pabrik yang ­di­tujukan menghasilkan feronikel tersebut akan memiliki kapasitas produksi sebesar 13.500 ton nikel per tahun.

Dengan kapasitas terpasang pabrik feronikel yang saat ini mencapai 27.000 ton nikel per tahun, ke depannya perseroan akan memiliki total kapasitas produksi feronikel sebesar 40.500 sampai 43.500 ton nikel per tahun.

Ia melanjutkan Antam juga me­miliki strategi pengembangan nilai tambah komoditas mine-ral terutama untuk mengolah cadangan bijih nikel kadar rendah. Perseroan bersama dengan Ocean Energy Nickel International telah menandatangani head of agreement untuk proyek pengembangan pabrik nickel pig iron (NPI) Blast Furnance Halmahera Timur. 

Pabrik itu diproyeksikan memiliki kapasitas produksi 320.000 ton NPI atau setara dengan 30.000 ton nikel yang terdiri atas delapan line produksi. (E-3)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya