Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH harus memisahkan per-aturan mengenai rokok elektrik serta produk tembakau alternatif lainnya dengan produk rokok konvensional.
Saat ini, produk tembakau alternatif masih masuk kategori hasil pengolahan tembakau lainnya (HPTL) dan diperlakukan sama seperti produk rokok konvensional dengan tarif cukai hingga 57%.
“Padahal, jika mengacu pada berbagai penelitian ilmiah yang menyimpulkan (produk tembakau alternatif) berisiko lebih rendah, tarif cukai produk tembakau alternatif seharusnya lebih kecil ketimbang rokok konvensional,” ungkap Visiting Professor Lee Kuan Yew School of Public Policy National University of Singapore, Tikki Pangestu, dalam keterangan tertulisnya, Senin (11/3).
Tikki pun menyatakan pemerintah ataupun akademisi di Indonesia perlu menelaah lagi melalui penelitian lebih lanjut mengenai produk tembakau alternatif sehingga kebijakan yang disusun dapat lebih komprehensif dan tepat. “Pemerintah perlu menyusun kerangka kebijakan yang tepat dan sesuai terkait pengaturan produk tembakau alternatif.”
Menurut Tikki, sebenernya sudah banyak penelitian ilmiah yang kuat, mutlak, dan jelas mengenai produk tembakau alternatif.
Salah satu yang terbaru ialah hasil penelitian para pakar dari berbagai universitas di London, Inggris, yang dipublikasikan dalam The New England Journal of Medicine, 30 Januari 2019.
Penelitian berjudul A Randomized Trial of e-Cigarettes versus Nicotine-Replacement Therapy ini menemukan penggunaan rokok elektrik hampir dua kali lebih efektif daripada penggunaan pengganti nikotin, seperti permen karet, untuk membantu perokok berhenti merokok.
Uji coba terhadap 886 perokok menemukan bahwa 18% perokok yang menggunakan rokok elektrik bertahan untuk berhenti merokok selama satu tahun ketimbang 9,9% mereka yang memakai terapi pengganti nikotin.
Menurut Tikki, secara umum setidaknya ada dua hal yang menjadi kesimpulan berbagai penelitian ilmiah tentang produk tembakau alternatif. Pertama, produk tembakau alternatif 95% lebih rendah risikonya daripada rokok yang dibakar terkait jumlah bahan beracun yang terdeteksi.
“Kedua, produk tembakau alternatif dapat membantu perokok berhenti merokok,” pungkas mantan Director Research Policy and Cooperation Department WHO tersebut. (E-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved