Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BANK Indonesia (BI) memperkirakan defisit neraca berjalan atau current account deficit (CAD) Indonesia tahun ini dapat menyentuh level 2% seiring dengan prospek perekonomian Indonesia yang membaik.
Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara saat berbicara dalam Maybank Economic Outlook 2019 di Jakarta, kemarin, mengatakan proyeksi pertumbuhan ekonomi 2019 sebesar 5% sampai 5,4% juga menjadi faktor pendukung membaiknya CAD.
“Tahun ini BI mengendalikan defisit transaksi berjalan menuju 2,5%, tapi bisa saja sampai di 2% terhadap PDB,” kata Mirza.
Pengurangan angka defisit itu membutuhkan nilai ekspor yang bertumbuh lebih besar daripada impor. Untuk itu dibutuhkan juga kerja sama dari pihak korporasi guna melakukan ekspor.
Selain ekspor, sumber devisa juga berasal dari kegiatan di industri pariwisata. Oleh karena itu, solusi yang ditekankan BI ialah memperkuat sektor pariwisata.
“Jika ada defisit, kita butuh inflow. Itu dengan ekspor dan pariwisata. Saya percaya diri dengan pariwisata Indonesia,” ujar Mirza.
Tahun ini pemerintah menargetkan jumlah wisatawan mancanegara (wisman) datang ke Indonesia mencapai 20 juta orang. Diharapkan devisa yang masuk dapat mencapai US$20 miliar.
Masih defisitnya CAD Indonesia, menurut Chief Economist Maybank Suhaimi Ilias, menunjukkan bahwa perekonomian Indonesia masih membutuhkan aliran modal masuk.
Langkah BI terkait dengan ke-naikan suku bunga dibutuhkan untuk memastikan agar tidak terjadi capital outflow yang bisa menambah buruk CAD.
Suhaimi memprediksi BI hanya akan menaikkan suku bunga tahun ini 50 basis poin. Itu menurun drastis ketimbang tahun lalu yakni 175 basis poin.
Inflasi yang terkendali serta kemungkinan Bank Sentral AS menunda kenaikan Fed rate menjadi penyebab rendahnya kenaikan suku bunga domestik. (*/E-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved